Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Hukrim

KPK Periksa 21 Ketua Pokmas di Pamekasan Soal Suap Dana Hibah, Berikut Daftar Namanya!

465
×

KPK Periksa 21 Ketua Pokmas di Pamekasan Soal Suap Dana Hibah, Berikut Daftar Namanya!

Sebarkan artikel ini

Kasus Suap Pengelolaan Dana Hibah

Ilustrasi gedung KPK I ist

mediamerahputih.id I PAMEKASAN – Rentetan kasus suap pengelolaan dana hibah kelompok masyarakat (Pokmas) di Pemprov Jatim terus berlanjut. Kini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah periksa 21 Ketua Pokmas di Pamekasan guna mengungkap keterlibatan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur (Jatim) Sahat Tua Simandjuntak, Selasa (14/3/2023).

Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengatakan, bahwa hari ini, Selasa (14/3/2023) tim penyidik KPK telah memanggil para Ketua Pokmas untuk diperiksa.

“Iya bener pemeriksaan terhadap para saksi Ketua Pokmas tersebut dilakukan di Kantor Polres Pamekasan, Madura Jawa Timur,” kata Ali melalui keterangan tertulisnya, Selasa (14/3) di Jakarta.

Adapun 21 saksi para Ketua Pokmas tersebut yaitu, Hendi (Ketua Pokmas Anggrek Satu), Musawi (Ketua Pokmas Muhaddidah),Mohdori (Ketua Pokmas Melkok Jaya),Ruba’i (Ketua Pokmas Cahaya Berlian), Moh. Suhud (Ketua Pokmas Syariah), Mat Desir (Ketua Pokmas Al Fatir), Maisatul Hasanah (Ketua Pokmas Putri Jaya),Moh Subairi (Ketua Pokmas Saur Sepuh), Ruspandi (Ketua Pokmas Long Molong), Sa’diyah (Ketua Pokmas Haura Indah), dan Futirah (Ketua Pokmas Asoka Lima).

Kemudian, lembaga antirasuah juga periksa Supriyadi (Ketua Pokmas Madu Sari), Achmad/P.Holilah (Ketua Pokmas Sinar Purnama), Fawaib (Ketua Pokmas Mawar Melati), Puadi (Ketua Pokmas Assirotul),Sohib (Ketua Pokmas Subadra Jaya), Abd. Rohman (Ketua Pokmas Al Badadi), Abd.Halim (Ketua Pokmas Rondong).

Saksi lainnya, mereka antara lain Faizah (Ketua Pokmas Assahid), Syukri (Ketua Pokmas Al Ahir), Moh. Hori (Ketua Pokmas Ayu Putri), Marsadah (Ketua Pokmas Lidah Buaya), Rosidi (Ketua Pokmas Derai Cemara), Suhaedi (Ketua Pokmas Gibang Permai), Taufiq Hafid (Ketua Pokmas Jhumenneng),Moh. Ihsanuddin (Ketua Pokmas Makmur Jaya), M. Rusdi (Ketua Pokmas Sare Taman),Moh. Ilyasak (Ketua Pokmas Campor Bhabur),M. Kodhim (Ketua Pokmas Kendedes), Tajul Arifin (Ketua Pokmas Komantan),Siti Lailatul Fadilah (Ketua Pokmas Molang Areh), Zainal Abidin (Ketua Pokmas Pelok Temor),Moh.Mohyi (Ketua Pokmas Seruni Damai),Tobari (Ketua Pokmas Trenah),Nurul Iman (Ketua Pokmas Senada Surya), Mohammad Muhaimin (Ketua Pokmas Jayasri).

Seperti diketahui, dalam mengusut kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka yakni Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat, Tua Simandjuntak, kemudian menetapkan Rusdi selaku Staf Ahli Sahat, Abdul Hamid selaku Kepala Desa Jelgung sekaligus selaku Koordinator Pokmas, dan Ilham Wahyudi alias Eeng sebagai koordinator lapangan Pokmas.

KPK menduga Sahat Tua Simandjuntak telah menerima suap Rp 5 miliar terkait pengelolaan dana hibah. Sahat dan Rusdi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Abdul Hamid dan Eeng selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Beredar isu adanya jatah dana hibah pimpinan DPRD senilai ratusan miliar, itu dengan rincian yakni Ketua DPRD Jawa Timur mendapat sekitar Rp240 miliar, Wakil DPRD Jawa Timur, Sahat Tua P. Simanjuntak menerima hibah sebesar  Rp197 miliar.

Kemudian, Ahmad Iskandar Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Rp124 miliar, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anwar Sadad Rp124 miliar, dan Anik Maslachah Wakil Ketua DPRD Jawa Timur senilai Rp1,550 miliar.(ton/dit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *