Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Kesehatan

Kasus Hantavirus di Surabaya Nihil, Dinkes Siapkan Langkah Deteksi Dini

41
×

Kasus Hantavirus di Surabaya Nihil, Dinkes Siapkan Langkah Deteksi Dini

Sebarkan artikel ini

Gejala Mirip dengan Flu

kasus-hantavirus-di-surabaya-nihil
Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh | MMP | dok
mediamerahputih.id | SURABAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran kasus hantavirus. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak panik, karena hingga saat ini belum ada kasus hantavirus yang terkonfirmasi di Kota Pahlawan.

 

Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menjelaskan bahwa hantavirus bukanlah penyakit baru dan sudah lama dikenal dalam dunia medis. Penularan hantavirus diketahui berasal dari tikus, namun kasusnya masih bersifat sporadik dan tidak menunjukkan lonjakan kasus seperti penyakit menular lainnya.

Baca juga :

Optimalkan Rekam Medis Elektronik untuk Pencegahan Penyakit Warga

 

“Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru. Sudah lama ada dan penularannya dari tikus. Sampai sekarang di Surabaya juga belum ada kasus yang terbukti positif,” ujar dr. Billy, Jumat (8/5/2026).

 

Gejala yang ditimbulkan oleh hantavirus sering kali mirip dengan flu biasa, sehingga dr. Billy mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa perlu merasa khawatir berlebihan. “Langkah paling penting saat ini adalah memperkuat deteksi dini dan menjaga daya tahan tubuh,” tambahnya.

Baca juga :

Awas Waspadai Terhadap Penyakit Legionellosis, Berikut ini Cirinya!

 

Sebagai antisipasi, Dinkes Surabaya mendorong untuk mengaktifkan kembali pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk transportasi publik, seperti bandara, pelabuhan, dan jalur transportasi darat. Alat pemindai suhu elektronik akan digunakan untuk mendeteksi lebih dini orang yang mengalami suhu tubuh tinggi.

kasus-hantavirus-di-surabaya-nihil
Pemkot Surabaya masih menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat mengenai mekanisme skrining hantavirus. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah meminta panduan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai pelaksanaan skrining | MMP | dok

 

“Kalau ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas normal, tentu harus segera dipantau atau dilakukan langkah pengawasan lebih lanjut,” ungkap dr. Billy.

 

Selain itu, Dinkes Surabaya juga mengimbau masyarakat untuk kembali menerapkan kebiasaan hidup sehat, seperti menjaga pola makan, istirahat yang cukup, dan menggunakan masker saat berada di ruang tertutup atau keramaian. Beberapa negara di Eropa juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular dengan kembali menggunakan alat pelindung diri, seperti saat pandemi Covid-19.

Baca juga :

Antisipasi Virus HMPV, Surabaya Perketat Pintu Masuk Bandara dan Pelabuhan

 

Pemkot Surabaya masih menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat mengenai mekanisme skrining hantavirus. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah meminta panduan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai pelaksanaan skrining tersebut.

 

“Kami masih menunggu guidance dari Kementerian Kesehatan terkait screening. Namun Pemkot Surabaya tetap aktif berkoordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi,” jelas dr. Billy.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Namun, jika terpaksa beraktivitas, masyarakat diminta untuk tetap menjaga kebugaran tubuh dan menggunakan perlindungan diri.

 

“Yang paling penting masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh. Olahraga rutin, makan bergizi, dan kalau berada di keramaian atau ruang tertutup sebaiknya menggunakan masker,” tuturnya.

Baca juga :

Antisipasi Ancaman Virus Nipah

 

Bagi warga yang akan bepergian ke luar negeri, Dinkes Surabaya juga mengingatkan pentingnya melengkapi vaksinasi, seperti meningitis, influenza, dan pneumonia, sebagai perlindungan tambahan selama perjalanan. Vaksinasi tersebut bisa diakses oleh masyarakat di RSUD Dr. Soewandhie Surabaya.

 

“Untuk warga yang bepergian ke luar negeri, vaksinnya harus dilengkapi. Itu penting sebagai perlindungan,” pungkasnya.(ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *