Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Berita

Bukan Proyek Pemkot, Kendaraan Proyek RSUD Dr Soetomo Malah Catut Nama DSDABM

20
×

Bukan Proyek Pemkot, Kendaraan Proyek RSUD Dr Soetomo Malah Catut Nama DSDABM

Sebarkan artikel ini

kontraktor klaim tanggung jawab biaya perawatan korban

kendaraan-proyek-rsud-dr-soetomo-dsdabm
Kendaraan proyek yang digunakan kontraktor memasang banner bertuliskan dengan mencatut kendaraan proyek Pemkot Surabaya DSDABM. Padahal proyeknya milik RSUD Dr Soetomo, seharusnya yang dicantumkan identitas RSUD Dr Soetomo | MMP | dok pemkot
mediamerahputih.id | SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegur pihak kontraktor proyek yang menggunakan identitas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemkot Surabaya pada kendaraan operasional di Jalan Dr Moestopo, Surabaya. Penggunaan nama tersebut dinilai merugikan karena membuat masyarakat mengira proyek yang diduga menjadi penyebab kecelakaan merupakan pekerjaan milik pemerintah kota.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan persoalan itu terungkap setelah pihaknya menerima laporan kecelakaan di kawasan proyek Jalan Dr Moestopo pada 19 Agustus 2026 malam.

“Laporannya masuk melalui hotline Pak Wali Kota terkait adanya kecelakaan di proyek yang berlokasi di Jalan Moestopo,” ujar Hidayat Syah, Senin (24/8/2026).

Baca juga :

Proyek Paving Kalilom Lor Diduga Bermasalah, Kabid DSDABM: Sesuai Standar Teknis

Menindaklanjuti laporan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta DSDABM melakukan pengecekan untuk memastikan apakah proyek tersebut merupakan pekerjaan Pemkot Surabaya atau pihak lain.

kendaraan-proyek-rsud-dr-soetomo-dsdabm
Tim Satgas DSDABM Pemkot Surabaya melakukan penanganan di lokasi kejadian. Petugas bergerak membersihkan ceceran lumpur yang berasal dari kendaraan proyek agar tidak membahayakan pengguna jalan di Jalan Dr Moestopo, Surabaya | MMP | dok pemkot

Hasil penelusuran menunjukkan proyek tersebut bukan bagian dari pekerjaan DSDABM maupun Pemkot Surabaya. Proyek itu diketahui berkaitan dengan pekerjaan pihak lain, termasuk RSUD Dr Soetomo.

Baca juga :

Proyek Paving Kalilom Lor Rp751 Juta Dipertanyakan, Pelaksana Lapangan Diduga Tak Sesuai Dokumen

Namun, kendaraan proyek yang digunakan kontraktor justru memasang banner bertuliskan kendaraan proyek Pemkot Surabaya DSDABM. Truk tersebut juga menggunakan pelat nomor W berwarna kuning.

“Kondisinya truk memakai pelat W warna kuning, kemudian ditempeli banner bertuliskan kendaraan proyek Pemkot Surabaya DSDABM. Akibatnya masyarakat mengira persoalan itu menjadi tanggung jawab kami,” kata Hidayat.

Baca juga :

Polrestabes Surabaya Selidiki Kasus Kematian Lansia Terperosok Proyek Gorong-Gorong di Margorejo Indah

Menurut dia, penggunaan identitas Pemkot Surabaya pada kendaraan proyek milik pihak lain tidak dibenarkan. Kontraktor seharusnya mencantumkan nama instansi atau pihak yang memang bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut.

“Kalau memang proyeknya milik Dr Soetomo, seharusnya yang dicantumkan identitas Dr Soetomo. Jangan menggunakan nama Pemkot Surabaya,” tegasnya.

Meski proyek tersebut bukan milik DSDABM Surabaya, tim Satgas DSDABM tetap melakukan penanganan di lokasi kejadian. Petugas bergerak membersihkan ceceran lumpur yang berasal dari kendaraan proyek agar tidak membahayakan pengguna jalan.

“Walaupun bukan proyek DSDABM Surabaya, tim satgas tetap bergerak cepat membersihkan lumpur yang jatuh dari truk proyek milik Dr Soetomo,” jelas Hidayat.

Baca juga :

Proyek Pokmas Sidoyoso Wetan Disorot, Pekerja Luar Kota hingga Larangan Rekam Klarifikasi

Sementara itu, pihak korban kecelakaan dan kontraktor proyek telah berhasil ditemukan. Hidayat menyebut kontraktor telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas biaya perawatan korban hingga kondisi korban pulih.

“Kontraktor sudah ditemukan dan menyatakan akan bertanggung jawab terkait biaya rumah sakit sampai korban sembuh,” ungkapnya.

Hidayat menambahkan, pihak korban menerima itikad baik dari kontraktor. Penyelesaian kasus kecelakaan tersebut kini diarahkan melalui jalur kekeluargaan antara kedua pihak.(ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *