Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Berita Terbaru

Dentuman Terdengar dari Gunung Anak Krakatau, Erupsi Masih Berlangsung BNPB Imbau Warga Tetap Tenang

202
×

Dentuman Terdengar dari Gunung Anak Krakatau, Erupsi Masih Berlangsung BNPB Imbau Warga Tetap Tenang

Sebarkan artikel ini

Gunung Anak Krakatau Kembali Semburkan Lava, BNPB Ungkap Kondisi Terkini

gunung-anak-krakatau-erupsi-suara-dentuman
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) minta masyarakat tidak perlu panik terhadap kekhawatiran potensi tsunami dampak Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung | MMP | Foto | BNPB
mediamerahputih.id | LAMPUNG – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih berlangsung hingga Sabtu (5/9) pagi. Erupsi menerus yang terjadi sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB tersebut disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut aktivitas tersebut masih dalam pemantauan intensif bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunungapi, baik untuk menyaksikan langsung aktivitas erupsi maupun mengambil dokumentasi berupa foto dan video, karena masih terdapat potensi lontaran material dari kawah aktif.

Baca juga :

Sudah Jadi Sarjana tapi KK Masih Tulis SMA, Ini Alasan Warga Surabaya Harus Segera Update

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan masyarakat tidak perlu panik terhadap kekhawatiran mengenai potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi PVMBG hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang kembali terbentuk setelah erupsi pada 22 Desember 2018 masih relatif kecil. Kondisi tersebut dinilai belum menunjukkan potensi keruntuhan dalam skala besar yang dapat memicu tsunami.

“Berdasarkan evaluasi PVMBG, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pascaerupsi 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan yang dapat memicu tsunami,” ujar Berton.

Baca juga :

Kasus Perjokian Masuk Kedokteran, Jaksa Ungkap Jalur Belakang hingga DP Rp300 Juta

Kekhawatiran masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung terhadap ancaman tsunami kembali muncul karena adanya riwayat peristiwa tsunami pada 22 Desember 2018 yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, BNPB mengingatkan agar masyarakat tetap mengacu pada informasi resmi dari lembaga berwenang dan tidak mengambil kesimpulan berdasarkan aktivitas visual maupun suara dentuman yang terdengar.

Erupsi Teramati sebagai Fenomena Lava Fountain

Berdasarkan laporan pengamatan Gunung Anak Krakatau periode Sabtu (5/9) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, aktivitas erupsi masih berlangsung. Secara visual, fenomena erupsi tersebut diinterpretasikan sebagai lava fountain atau semburan lava air mancur yang terlihat pada malam hari.

gunung-anak-krakatau-erupsi-suara-dentuman
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) minta masyarakat tidak perlu panik terhadap kekhawatiran potensi tsunami dampak Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung | MMP | Foto | BNPB

Dalam pengamatan lapangan, gunungapi sempat terlihat jelas sebelum tertutup kabut dengan tingkat kabut berada pada level 0 hingga III. Sementara itu, asap kawah tidak teramati dalam periode pengamatan tersebut.

Kamera CCTV pemantauan di lapangan dilaporkan tidak berfungsi setelah terkena lontaran material vulkanik. Dari sisi kegempaan, tercatat satu kejadian letusan dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi selama 21.600 detik.

Baca juga :

Surabaya Kirim Kendaraan Berat dan Logistik Pasca Penanganan Erupsi Gunung

Kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan berawan hingga mendung dengan angin bertiup lemah hingga sedang menuju arah barat laut.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berada pada status Level III (Siaga). PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan masyarakat, wisatawan, pengunjung, maupun pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

BNPB Tekankan Kesiapsiagaan dan Kepatuhan Masyarakat

BNPB bersama PVMBG dan pemerintah daerah mengingatkan bahwa kewaspadaan perlu berjalan seiring dengan ketenangan masyarakat. Warga di wilayah pesisir Banten dan Lampung diminta tetap waspada, namun tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait potensi tsunami.

“Kami terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan akan menyampaikan informasi apabila terdapat perubahan kondisi yang perlu diketahui masyarakat,” kata Berton.

Dalam menghadapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB menekankan tiga langkah utama.

Pertama, keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Pemerintah daerah bersama unsur terkait diminta memastikan tidak ada masyarakat maupun wisatawan yang memasuki kawasan dengan radius bahaya.

“Pengawasan dan patroli di kawasan tersebut perlu terus diperkuat untuk mencegah masyarakat memasuki zona terlarang,” ujar Berton.

Baca juga :

Perhutani KPH Malang Tutup semua akses pendakian Gunung dampak Kebakaran di Bromo

Kedua, kesiapsiagaan daerah perlu diperkuat dengan memastikan jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi, serta kebutuhan dasar masyarakat tersedia apabila terjadi peningkatan aktivitas yang membutuhkan evakuasi.

Ketiga, masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan tidak mendekati kawasan gunungapi hanya untuk melihat maupun merekam aktivitas erupsi. Informasi yang belum jelas sumbernya, terutama terkait ancaman tsunami, diimbau tidak disebarluaskan karena dapat memicu kepanikan.

Baca juga :

Antisipasi bencana Hidrometeorologi, BPBD Surabaya Tambah 4 Pos Pantau

BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. PVMBG juga akan melakukan evaluasi secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan pada aktivitas maupun morfologi gunungapi.

Masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi Badan Geologi, PVMBG, BNPB, pemerintah daerah, serta lembaga kebencanaan terkait.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *