Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Berita Terbaru

Ratusan Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan MBG

9
×

Ratusan Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan MBG

Sebarkan artikel ini
ratusan-santri-manbaul-hikam-keracunan-mbg
Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di larikan ke Rumah Sakit diduga keracunan setelah mengkonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) | MMP | dok
mediamerahputih.id | SIDOARJO – Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026) malam.

Peristiwa tersebut membuat suasana pesantren berubah ramai sejak sekitar pukul 19.00 WIB. Sejumlah ambulans terlihat berdatangan ke area Pondok Pesantren Manbaul Hikam untuk mengevakuasi santri yang membutuhkan pertolongan medis.

Baca juga :

Polemik Menu MBG di PAUD Wiyung, Pengelola Bantah Gunakan Kertas Minyak

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 120 santri telah mendapatkan penanganan di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Notopuro dan RSI Siti Hajar Sidoarjo. Jumlah tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan korban dan evakuasi masih berlangsung.

Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr. H. Iqbal Faizin, menyampaikan bahwa puluhan santri telah masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD). Hingga pukul 21.15 WIB, hampir 60 pasien tercatat telah mendapatkan pemeriksaan medis di rumah sakit tersebut.

“Sampai pukul 21.15 tercatat ada pasien masuk melalui IGD hampir 60,” ujar Iqbal, Selasa malam.

Baca juga :

3 Eks Petinggi Badan Gizi Nasional Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Program MBG

Informasi sementara menyebutkan, makanan yang dikonsumsi para santri berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah sebagai penyedia makanan dalam program MBG.

ratusan-santri-manbaul-hikam-keracunan-mbg

Di sisi lain, sejumlah orang tua dan wali santri terlihat berkumpul di luar gerbang pondok pesantren. Mereka menunggu kepastian mengenai kondisi anak-anak mereka yang telah dievakuasi untuk menjalani perawatan.

Hingga saat ini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami ratusan santri tersebut belum diketahui. Pihak terkait masih melakukan penanganan medis, pendataan jumlah korban, serta pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.(ti/fdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *