Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Pendidikan

Perbedaan ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah

348
×

Perbedaan ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah

Sebarkan artikel ini
Ibadah- mahdhah-dan-ibadah-ghairu- mahdhah
Ibadah mahdhah adalah ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT. Ibadah ini dikerjakan karena ada wahyu, berdasarkan perintah dari Allah SWT I ilustrasi I ist
mediamerahputih.id – Ibadah mahdhah merupakan ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT. Ibadah ini dikerjakan karena adanya wahyu, berdasarkan perintah dari Allah SWT. Pada hakikatnya Alloh SWT menciptakan manusia dan Jin semata-mata hanya untuk ibadahNya yang tersirat surat Az Zariyat ayat 51-56.

Sedangkan ibadah ghairu mahdhah adalah ibadah yang tidak berhubungan langsung dengan Allah SWT. Ibadah ini mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Maka tidak ada salahnya bila membahasanya  secara ilmiah membahas ibadah mahdlah dan ibadah ghairu mahdlah sering kali menjadi pertanyaan dalam diskusi mata kuliah Ilmu Pendidikan Agama.

Baca juga:

Wajib Tahu! Islam sangat Menghargai Budaya Suatu Masyarakat

Berikut pertanyaan dalam diskusi kuliah:

Ibadah dibagi menjadi dua bentuk yaitu ibadah mahdlah dan ibadah ghairu mahdlah. Coba jelaskan kedua pengertian berikut, serta berikan contoh masing-masing dari jenis ibadah tersebut

Bahasan:

Ibadah adalah salah satu tujuan penciptaan manusia. Dan untuk merealisasikan tujuan tersebut, diutuslah para rasul dan kitab-kitab diturunkan. Maka hakikat Alloh SWT menciptakan manusia dan Jin semata-mata hanya untuk ibadahNya yang tersirat surat Az Zariyat ayat 51-56 yang berbunyi

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”(Az Zariyat 56)

Di dalam tafsiran ayat 56 tersebut mengandung makna bahwa semua makhluk Allah, termasuk jin dan manusia diciptakan oleh Allah SWT agar mereka mau mengabdikan diri, taat, tunduk, serta menyembah hanya kepada Allah SWT.

Baca juga:

Apa Hubungan Islam dan Politik? Ini Sifat yang Harus Dipisahkan!

Adapun dua bentuk ibadah yaitu ibadah mahdlah dan ibadah ghairu mahdlah. Ibadah mahdhah merupakan ibadah yang murni ibadah, ditunjukkan oleh tiga ciri terdiri dari:

  • Ibadah mahdhah adalah amal dan ucapan yang merupakan jenis ibadah sejak asal penetapannya dari dalil syariat. Artinya, perkataan atau ucapan tersebut tidaklah bernilai kecuali ibadah. Dengan kata lain, tidak bisa bernilai netral (bisa jadi ibadah atau bukan ibadah). Ibadah mahdhah juga ditunjukkan dengan dalil-dalil yang menunjukkan terlarangnya ditujukan kepada selain Allah Ta’ala, karena hal itu termasuk dalam kemusyrikan.
  • ibadah mahdhah juga ditunjukkan dengan maksud pokok orang yang mengerjakannya, yaitu dalam rangka meraih pahala di akhirat.
  • ibadah mahdhah hanya bisa diketahui melalui jalan wahyu, tidak ada jalan yang lainnya, termasuk melalui akal atau budaya.

Ibadah- mahdhah-dan-ibadah-ghairu- mahdhah

Contoh sederhana ibadah mahdhah adalah shalat. Shalat adalah ibadah mahdhah karena memang ada perintah (dalil) khusus dari syariat. Sehingga sejak awal mulanya, shalat merupakan aktivitas yang diperintahkan (ciri yang pertama). Orang mengerjakan shalat, pastilah berharap pahala akhirat (ciri ke dua). Ciri ketiga, ibadah shalat tidaklah mungkin kita ketahui selain melalui jalur wahyu. Rincian berapa kali shalat, kapan saja, berapa raka’at, gerakan, bacaan, dan seterusnya, hanya bisa kita ketahui melalui penjelasan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan hasil dari kreativitas dan olah pikiran kita sendiri.

Baca juga:

Seperti Apa Budaya Etika seorang Muslim? Begini menurut Dalil Al-Quran

Sedangkan ibadah ghairu mahdlah adalah Ibadah yang tidak murni ibadah memiliki pengertian yang berkebalikan dari tiga ciri tersebut. Sehingga ibadah ghairu mahdhah dicirikan dengan:

  • ibadah (perkataan atau perbuatan) tersebut pada asalnya bukanlah ibadah. Akan tetapi, berubah status menjadi ibadah karena melihat dan menimbang niat pelakunya.
  • maksud pokok perbuatan tersebut adalah untuk memenuhi urusan atau kebutuhan yang bersifat duniawi, bukan untuk meraih pahala di akhirat.
  • amal perbuatan tersebut bisa diketahui dan dikenal meskipun tidak ada wahyu dari para rasul.

Contoh sederhana dari ibadah ghairu mahdhah adalah aktivitas makan. Makan pada asalnya bukanlah ibadah khusus. Orang bebas mau makan kapan saja, baik ketika lapar ataupun tidak lapar, dan dengan menu apa saja, kecuali yang Allah Ta’ala haramkan. Bisa jadi orang makan karena lapar, atau hanya sekedar ingin mencicipi makanan.

Baca juga:

Inilah Jawaban 7 Macam Prinsip-Prinsip Umum Hukum Islam

Akan tetapi, aktivitas makan tersebut bisa berpahala ketika pelakunya meniatkan agar memiliki kekuatan (tidak lemas) untuk shalat atau berjalan menuju masjid. Ini adalah ciri pertama.

Berdasarkan ciri kedua, kita pun mengetahui bahwa maksud pokok ketika orang makan adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok (primer) dalam hidupnya, sehingga dia bisa menjaga keberlangsungan hidupnya. Selain itu, manusia tidak membutuhkan wahyu untuk bisa mengetahui pentingnya makan dalam hidup ini, ini ciri yang ketiga. Tanpa wahyu, orang sudah mencari makan.

Baca juga:

Seperti Apa Tanggung Jawab Seorang Ilmuwan Muslim! Begini Penjelasan menurut Al-Quran

Ini adalah contoh sederhana untuk memahamkan pengertian ibadah ghairu mahdhah, dan akan kami sebutkan lebih rinci lagi jenis-jenis ibadah ghairu mahdhah di serial selanjutnya dari tulisan ini.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka ibadah mahdhah disebut juga dengan ad-diin (urusan agama), sedangkan ibadah ghairu mahdhah disebut juga dengan ad-dunya (urusan duniawi). Sebagaimana ibadah mahdhah disebut juga dengan al-‘ibadah (ibadah), sedangkan ibadah ghairu mahdhah disebut juga dengan al-‘aadah (adat kebiasaan).

Baca juga:

Apa Beda antara Hukum, Syariat dan Fiqh Berikut Ini Penjelasannya!

Demikian ulasan referensi berdasarkan pemahaman materi yang ada di dalam BMP Pengantar Pendidikan Agama. Tetapi yang perlu dipahami dalam konteks ini bukan satu-satu rujukan pedoman yang utuh dan mutlak masih terdapat perbedaan sudut pendapat dari ahli pendidikan agama islam lainnya berdasarkan kajian ilmiah.

Namun bisa dipergunakan sebagai acuan dasar berdasarkan sumber referensi Pengantar Pendidikan Agama Islam. Semoga bahasan tersebut menjadi rujukan referensi mengenai pengertian ibadah mahdlah dan ibadah ghairu mahdlah.(ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *