Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Peristiwa

Hujan Ekstrem Picu Banjir di Surabaya, Eri Cahyadi Buka Suara Soal Proyek Drainase

1
×

Hujan Ekstrem Picu Banjir di Surabaya, Eri Cahyadi Buka Suara Soal Proyek Drainase

Sebarkan artikel ini

Belum rampungnya pekerjaan drainase membuat saluran tidak berfungsi

hujan-ekstrem-picu-banjir-di-surabaya-drainase
Kondisi banjir di Jalan Sukomanunggal usai diguyur hujan deras sejak sejak Selasa (23/6) dini hari memicu banjir di sejumlah titik kota merendam kawasan permukiman hingga jalan protokol dan menjadi banjir kedua dalam sepekan setelah peristiwa serupa pada Senin (22/6) | MMP | dok
mediamerahputih.id | SURABAYA – Hujan ekstrem yang deras mengguyur hampir seluruh wilayah Surabaya sejak Selasa (23/6) dini hari kembali memicu banjir di sejumlah titik kota. Genangan merendam kawasan permukiman hingga jalan protokol dan menjadi banjir kedua dalam sepekan setelah peristiwa serupa pada Senin (22/6).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa sejumlah proyek pembangunan dan normalisasi saluran air yang masih berlangsung ikut memengaruhi munculnya genangan saat hujan berintensitas tinggi melanda kota.

Ia menjelaskan, pekerjaan drainase seperti pemasangan box culvert, pengerukan saluran, hingga perbaikan rumah pompa membuat sebagian saluran air tidak dapat berfungsi optimal karena harus ditutup sementara selama proses konstruksi berlangsung.

Baca juga :

Pemkot Surabaya Setop Proyek Box Culvert dan Ancam Copot Pejabat Usai Tewasnya Lansia di Margorejo

“Dalam situasi seperti ini, kami dihadapkan pada dua pilihan, menghentikan proyek atau tetap melanjutkan untuk kepentingan jangka panjang. Kami memilih tetap berjalan, sambil memaksimalkan penanganan di lapangan,” ujar Eri.

Meski demikian, pemerintah kota memastikan proyek pengendalian banjir tetap berjalan dengan target penyelesaian sebelum puncak musim hujan pada November hingga Desember 2026. Evaluasi lapangan juga dilakukan untuk menyesuaikan kondisi agar penanganan genangan lebih cepat.

Eri turut menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas terganggunya aktivitas akibat banjir yang terjadi.

hujan-ekstrem-picu-banjir-di-surabaya-drainase
Sejumlah proyek pembangunan dan normalisasi saluran air yang masih berlangsung ikut memengaruhi munculnya genangan saat hujan berintensitas tinggi melanda kota | MMP | dok

“Saya mohon maaf kepada warga Surabaya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini kami bekerja maksimal di lapangan,” katanya.

Baca juga :

Polrestabes Surabaya Selidiki Kasus Kematian Lansia Terperosok Proyek Gorong-Gorong di Margorejo Indah

Di sisi lain, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya mencatat penanganan genangan telah dilakukan sejak hujan lebat mengguyur pada Senin (22/6/2026). Pada hari berikutnya, sejumlah titik mulai menunjukkan penurunan tinggi air meski proses surut berlangsung bertahap.

Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya Adi Gunita menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi pasang air laut yang terjadi sejak dini hari sehingga aliran sungai menuju laut terhambat. Dampaknya, rumah pompa tidak dapat bekerja maksimal dan terjadi fenomena backwater di beberapa kawasan.

hujan-ekstrem-picu-banjir-di-surabaya-drainase

Wilayah terdampak antara lain Tanjungsari, Tambak Mayor, Greges, dan Petekan dengan ketinggian air sempat mencapai sekitar 200 sentimeter sebelum berangsur turun ke 170–180 sentimeter.

Baca juga :

Tragedi Proyek Drainase Gayungsari Surabaya, Dinas Bungkam Soal Pekerja Tewas

Petugas juga melakukan pemeriksaan saluran untuk memastikan tidak ada sumbatan serta mengerahkan armada penyedot air bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) di sejumlah titik seperti Tanjungsari, Kyai Tambak Deres, Bratang, dan Tambak Mayor.

“Jadi kita optimalkan (rumah pompa), kalau memang (air laut) sudah surut, otomatis nanti kinerja pompanya kita optimalkan kembali,” ujar Adi.

Baca juga :

Proyek Paving Kalilom Lor Diduga Bermasalah, Kabid DSDABM: Sesuai Standar Teknis

Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu pohon tumbang di beberapa lokasi, di antaranya Jalan T.A.I.S. Nasution, Jalan Pagesangan Agung Baru, Jalan Wiguna II, dan Jalan Diponegoro.(ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *