mediamerahputih.id | DEPOK – Peringatan Haul ke-25 Maulana Sayyidi Syaikh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya Muhammad Amin, MSc, di Surau Qutubul Amin (SQA), Arco, Duren Seribu, Depok, Sabtu (09/05) dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai penjuru Indonesia. Acara yang dimulai sejak pagi hari pada pukul 08.00 WIB hingga jelang Ashar pada pukul 15.00 WIB itu mengundang perhatian dengan serangkaian kegiatan spiritual dan silaturahmi yang khidmat.
Rangkaian acara dimulai dengan tahlil berjamaah yang dipimpin oleh para anggota majelis dzikrullah tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah. Jamaah yang datang memenuhi Pendopo Agung SQA ini adalah para murid dari berbagai daerah, berkumpul dalam peringatan untuk mengenang jasa-jasa sang guru, Maulana Sayyidi Syaikh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, yang dikenal sebagai ahli ilmu fisika dan atom serta seorang tokoh ulama tasawuf dunia.
Baca juga :
Khataman Akbar Peringati Haul ke-25 Maulana Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya di Surau Qutubul Amin
Dalam kesempatan tersebut, isteri tercinta Prof. Kadirun, Dra. Hj. Erlina Kadirun Yahya, yang juga merupakan Pembina Yayasan SQA, terlihat mengikuti prosesi dengan penuh khidmat. Suasana semakin mengharukan dengan kehadiran berbagai fungsionaris Yayasan SQA, termasuk Ketua Majelis Silaturahmi SQA H. Suroso Surya Atmadja dan Ketua Yayasan SQA Ir. Sinaryudha.
Pemimpin Dzahiriyah SQA, Ir. R. Novendi Achmad Hadiawan, yang turut menyertai ibunda, menyampaikan pesan penting dalam peringatan haul kali ini. Ia mengingatkan seluruh jamaah untuk terus menanamkan kalimatullah dalam hati sanubari, baik secara pribadi, bangsa, maupun negara, sebagai benteng dari segala bencana. “Ini adalah misi yang harus terus dilanjutkan,” ujarnya.
Baca juga :
Sejak sehari sebelum puncak acara, para jamaah dari luar Jabodetabek mulai berdatangan menggunakan bus. Mereka datang untuk menunjukkan rasa cinta dan hormat kepada Prof. Kadirun Yahya yang telah meninggalkan kita selama 25 tahun.

“Ini adalah bukti cinta, bukti sayang kepada Beliau,” ungkap H. Suroso Surya Atmadja saat berbincang dengan para petugas yang datang dari daerah-daerah.
Selain acara haul, peringatan ini juga dimeriahkan dengan khataman Alquran Akbar yang berlangsung selama delapan hari, dimulai pada 1 Mei 2026 hingga 8 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 57 qori dari berbagai daerah, termasuk Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan NTB.
Baca juga :
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Apresiasi Kurban Massal di Surau Qutubul Amin Depok
Khataman yang melibatkan peserta dari berbagai usia ini menjadi salah satu ajang penghargaan yang mendapat perhatian dari MUI Depok sebagai salah satu lembaga yayasan yang rutin menyelenggarakan khataman Alquran setiap tahunnya.
Salah satu peserta yang patut dicatat adalah ikwan Khoirul Anwar, seorang qori berusia 72 tahun dari Lombok, NTB, yang menjadi peserta tertua, serta Ikhwan Ilyas Rizqi, seorang santri hafiz Quran berusia 16 tahun dari Pondok Pesantren Tazdkirul Amin, Bekasi, yang menjadi peserta termuda.
Baca juga :
Jalan Sehat Patriotik Surau Qutubul Amin, Aldi Tahir Hibur 2.500 Peserta
Puncak peringatan haul ini juga disertai dengan ziarah ke makam Prof. Kadirun Yahya, yang di masa hidupnya dikenal mampu meredam letusan Gunung Galunggung (1982) menggunakan media air berenergi kalimatullah, sebuah prestasi ilmiah yang mengukir namanya dalam sejarah.
Melalui peringatan haul ini, rasa cinta dan kecintaan terhadap ilmu serta keteladanan Prof. Kadirun Yahya semakin terasa di kalangan para jamaah yang hadir. Kegiatan ini bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga menjadi momen untuk meneguhkan kembali komitmen dalam meneruskan perjuangan sang guru, yang telah memberikan banyak manfaat bagi umat.(ton)





