mediamerahputih.id | JAKARTA – Ribuan warga dari segala umur mengikuti Jalan Sehat Qutubul Amin (JSQA) bergerak mengular menyusuri jalan kampung di pinggiran Kota Depok di kawasan Sawangan (Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari), Minggu (9/7/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Drs. Mangnguluang Mansur, MSi. mengapresiasi jalan sehat dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 81 yang diselenggarakan Yayasan Qutubul Amin (QA), dan merupakan penyelengaraan tahun ke sembilan.
”Kami mewakili Walikota Depok, menyampaikan salam kepada masyarakat Kota Depok khususnya warga Duren Seribu. Terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Qutubul Amin,” kata Sekda menyampaikan sambutan di depan massa peserta yang meluber di Hall Serbaguna Lapangan Parkir Surau Qutubul Amin, Arco, Kelurahan Duren Seribu, Kec Bojongsari, usai senam lepas finish.
Karena JSQA konsisten dengan ciri khasnya hingga jumlah peserta dari tahun ke tahun bertambah banyak, Sekda berharap bisa masuk MURI (Museum Rekor Indonesia).
”Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjalin kebersamaan. Kegiatan ini bisa dikatakan sukses besar yang dihadiri hampir lima ribu orang. Ini bisa masuk rekor MURI. Semoga kegiatan ini terus berjalan dengan baik, ” kata Sekda menyinggung peserta JSQA yang menurut Ketua JSQA Rizki Edwa Febriaputra mencapai 4.100 peserta.
”Peserta ada yang dari Tanjung Priok, Jakarta,” imbuh Sekda, yang datang di lokasi JSQA lebih awal dari jadwal melepas Start Pukul 07.30 WIB.
Baca juga :
Aldi Taher Meriahkan Jalan Sehat Qutubul Amin Sambut HUT RI ke-81
Massa peserta berkumpul sejak Pukul 05.00 WIB. Saat akan diberangkatkan dari garis start, dilangsungkan seremoni yang dihadiri Pembina Yayasan Qutubul Amin, Ibunda Dra Hj Erlina Kadirun Yahya.
Turut mendampingi, Ketua Majelis Silaturahmi Qutubul Amin H Suroso Surya Atmadja, Ketua Yayasan QA Sinar Yudha dan para pengurus, fungsionaris QA Irjen Pol (Pol) Istiono, Brigjen Pol (Purn) Eko Nugrohadi.
Iring-iringan massa bergerak mengular menyusuri jalan antar kampung jaraknya hanya 4,2 kilo meter. Karenanya, tidak sedikit peserta yang daftar satu keluarga. Termasuk, yang usia Balita maupun para Lansia.
”Saya sengaja juga daftarkan anak saya yang umurnya akan dua tahun ini, supaya ikut dapat nomer undian doorprize. Infonya hadiahnya banyak dan menarik. Gak nyangka ternyata beneran, dapat motor listrik,” kata Ny. Via (39), warga Kompleks Sawangan Elok, Depok.

Aldi Taher yang nampak all out mendorong JSQA jadi kebanggaan Kota Depok, selain menghibur peserta dan membuka stand Aldi’s Burger untuk berjualan burgernya yang viral, ia juga turut aktif membagikan doorprize yang cukup unik berupa anak kambing, dan bebek.
”Saya ini bukan penggemar artis Aldi Taher, tapi saya senang dapat doorprize anak kambing dari Aldi Taher di atas panggung tadi,” kata Bu Nyai (60), nenek 4 cucu warga RagaMukti, Kabupaten Bogor.
”Saya dan Ibu saya yang umurnya 76 tahun sudah sembilan kali ini jadi peserta. Tapi belum pernah dapat doorprize,” kata Bu Nurlela (56), mengaku senang ikut karena selain berharap dapat doorprize, juga bisa silaturahmi jalan santai dengan rekan-rekan sebaya dari kampung lain.
Baca juga :
Puncak Haul ke-25 Ulama Tasawuf Prof Kadirun Yahya di Surau Qutubul Amin
Seperti tahun-tahun lalu, JSQA tahun ini banjir doorprize karena banyak yang memberikan dukungan doorprize. Di antara banyak doorprize yang menggoda peserta itu, terdapat motor listrik, sepeda gowes, kulkas, kompor gas, ponsel, dan masih banyak lagi hingga yang unik-unik seperti kambing dan bebek.
”Kami mengucapkan terima kepada kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya Jalan Sehat Qutubul Amin tahun 2026 ini,” kata Ketua JSQA Edwa didampingi Public Relation (PR) JSQA Siti Fatimah Ningrum.
Di antara para pendukung itu disebutkan terdapat nama nama perusahaan, yakni PT Transportasi Jakarta, PT Pertamina (Persero), PT Almas Inovasi Mandiri, PT Arga Solusi Technologies, PT Transportasi Jakarta, PT AKADA, PT Wings Group.
Ngebut Mengira Lomba
Lantaran jarak rute relatif tidak jauh, nampak rombongan lima anak usia SD berjalan lebih cepat. Mereka paling awal masuk garis finish, meninggalkan massa yang berjalan santai. Apalagi, ada peserta yang menggunakan kursi roda didorong keluarganya. Juga nampak sekelompok Lansia berpakaian ala Pejuang 1945, sambil menuntun sepeda gowes antik dipenuhi hiasan unik.
“Saya kira ini lomba, jadi dengan kawan-kawan jalan ngebut, saling berebut lebih dulu masuk finish,” kata Muhammad Rizki (13), santri ponpes asal Kampung RagaMukti, Tajurhalang, Kabupaten Bogor, saat istirahat setelah mencapai garis finish paling awal di antara kelima anak yang lain.
Baca juga :
Surau Qutubul Amin Apresiasi Kunjungan TransJakarta Bahas Pengelolaan Lingkungan yang Bersih
Karena mengira lomba mencari juara, Rizki yang juga baru pertama ikut JSQA ini, beserta kelima kawannya mengabaikan ketentuan panitia untuk istirahat, ambil air minum kemasan di rute hampir separuh perjalanan yang berlokasi di Lapangan Pusaka, Duren Seribu berjarak 1,9 Km dari garis start.
“Orang-orang berhenti ambil air, saya dan kawan-kawan tetap jalan supaya cepat sampai finish,” kata Rizki, nampak bugar usai minum air kemasan yang disiapkan panitia di garis finish.
Wakil Ketua KKN dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat, Juli yang mengordinasi 17 mahasiswa peserta KKN untuk membantu panitia JSQA, mengaku bersama teman temanya baru pertama ini menyaksikan iringan-iringan ribuan massa berjalan santai keluar masuk rute jalan kampung.
”Ada yang beda dan agak unik. Jumlah peserta luar biasa. Setahu kami biasanya iring-iringan di kampung seperti ini ada di acara-acara keagamaan seperti peringatan 1 Muharram, sambil bawa obor. juga pawai 17 Agustusan. Tapi, jumlahnya tidak sebanyak JSQA ini,” kata Juli, diamini teman-temannya saat istirahat usai bertugas di bagian pendaftaran peserta.(red)






