mediamerahputih.id | SURABAYA – Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Surabaya tidak hanya menekankan pembenahan bangunan dan sanitasi, tetapi juga penataan area perdagangan agar lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang.
Dalam proyek ini, PT Pasar Surya (Perseroda) menambahkan sekitar 60 stan baru di lantai dua pasar. Dengan penambahan tersebut, total stan di Pasar Keputran Selatan akan mencapai 384 unit, terdiri dari 324 stan existing di lantai satu dan 60 stan baru di lantai dua.
Baca juga :
Produk Camilan Kriuk Milik Siti Nurjanah Tembus 500 Bungkus ke Pasar Hongkong
“324 tambah 60, jadi 384. Karena kan 324 yang existing lantai 1, tambah 60 (lantai 2),” jelas Agus Priyo Direktur Utama PT Pasar Surya (Perseroda), Jum’at (15/05).
Agus menyebut, 60 stan baru ini diperuntukkan bagi pedagang baru yang akan menempati area revitalisasi pasar. “Jadi untuk pedagang baru,” tambahnya.

Selain penambahan stan, revitalisasi juga mencakup penataan zonasi pedagang agar area pasar lebih rapi. Pedagang basah dan kering nantinya dipisahkan sehingga aktivitas perdagangan lebih nyaman dan bersih.
Baca juga :
“Nanti sudah dipisah antara basah dan kering. Jadi yang kering nanti ya kering, yang basah yang basah. Jadi nanti lebih tertata, lebih nyaman untuk pengunjung dan pedagang,” ungkap Agus.
Meski demikian, Agus menegaskan mayoritas komoditas tetap didominasi bahan pokok, seperti sebelumnya, namun penataannya akan dibuat lebih rapi. “Kalau lihat dari petanya tadi, sama seperti yang sebelumnya. Hanya, karena mohon maaf, sebelumnya yang pedagang ayam ini kurang ketata saja,” ujarnya.
Terkait percepatan penyelesaian proyek, Agus memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana agar pekerjaan selesai lebih cepat sesuai arahan Wali Kota Eri Cahyadi.
Baca juga :
Revitalisasi Pasar Tradisional di Surabaya dari Kesan Kumuh menjadi Bersih dan Sehat
“Nanti kami juga akan koordinasi dengan kontraktor pemenangnya tadi yang mengerjakan untuk diselesaikan,” kata Agus.
Untuk mendukung percepatan proyek, PT Pasar Surya juga akan mengevaluasi jumlah personel dan tenaga kerja di lapangan, sehingga progres pembangunan dapat dikontrol sesuai jadwal.
“Tenaga kerja nanti akan kita perhatikan. Karena harus dicantumkan di dalam timeline dan schedule-nya itu supaya nanti kita bisa kontrol bareng-bareng. Bukan untuk apa-apa, tapi biar bisa kami kontrol ini berapa sih, berapa-berapa,” tandasnya.(ton)





