mediamerahputih.id | SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengubah skema jalur prestasi akademik untuk masuk SMP Negeri tahun ajaran 2026/2027, dengan menggabungkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan rata-rata nilai rapor.
Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan perubahan ini berbeda dari tahun sebelumnya yang sepenuhnya mengacu pada akumulasi nilai rapor lima semester terakhir, mulai kelas 4 hingga kelas 6 semester ganjil.
Baca juga :
Dispendik Surabaya Terapkan TKA 40 Persen di SPMB Jalur Prestasi
Dispendik saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang TK, SD, dan SMP Negeri. Secara umum, mekanisme penerimaan tahun ini tidak mengalami banyak perubahan dibanding tahun sebelumnya.

Pelaksanaan SPMB mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru, serta diperkuat melalui surat edaran Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0301/C/HK.04.01/2026.
Baca juga :
Kurangi Beban PR Siswa, Dispendik Surabaya Terapkan Kegiatan Pendalaman Karakter
“SPMB tahun ini tidak akan banyak perubahan dibanding tahun sebelumnya. Yang sedikit berubah hanya jalur prestasi akademik untuk masuk SMP Negeri,” kata Febrina, Jumat (15/5/2026).
Febrina menjelaskan, skema baru jalur prestasi akademik menggabungkan rata-rata nilai rapor lima semester dengan rata-rata nilai TKA, di mana nilai rapor berbobot 60 persen dan TKA 40 persen.
Selain itu, Dispendik Surabaya segera meluncurkan laman resmi SPMB yang dapat diakses masyarakat melalui spmb.surabaya.go.id. “Website SPMB segera diluncurkan,” tambahnya. Laman ini akan memuat berbagai ketentuan dan informasi terkait proses penerimaan yang dapat dipelajari orang tua maupun calon peserta didik.
Baca juga :
Tahapan pendaftaran akan dimulai dari TK Negeri, dilanjutkan SD Negeri, dan terakhir SMP Negeri, dengan seluruh pendaftaran dilakukan secara online pada bulan Juni. “Semua tahapan pendaftaran dilakukan pada bulan Juni secara online,” jelas Febrina.
Sebelum masa pendaftaran resmi dibuka, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk mengikuti simulasi atau uji coba sistem, sehingga calon peserta didik dan orang tua dapat berlatih secara mandiri.
“Masyarakat bisa melatih diri secara mandiri terhadap prosedur SPMB sebelum pendaftaran sesungguhnya benar-benar dibuka,” tutupnya.(ton)





