Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Peristiwa

Peziarah Ampel Resah, Anjal Diduga Ganggu Pengunjung hingga Minta Uang

15
×

Peziarah Ampel Resah, Anjal Diduga Ganggu Pengunjung hingga Minta Uang

Sebarkan artikel ini
Peziarah-Ampel-Resah-ganggu-anjal-minta-uang
Wali Kota Eri Cahyadi mengklaim penertiban terhadap anjal maupun pengamen di kawasan Ampel bukan kali pertama dilakukan. Meski telah beberapa kali ditertibkan, sebagian dari mereka kembali beraktivitas setelah petugas meninggalkan lokasi | MMP | dok pemkot
mediamerahputih.id | SURABAYA – Sejumlah peziarah di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel, Surabaya, mengeluhkan keberadaan anak jalanan (anjal) dan pengemis yang dinilai mengganggu kenyamanan saat beribadah dan berkunjung. Keluhan tersebut disampaikan melalui layanan pengaduan hotline Lapor Cak Eri.

Gangguan yang dialami peziarah disebut terjadi dengan berbagai cara. Beberapa anak jalanan diduga menawarkan bantuan menyeberangkan jalan, namun kemudian meminta uang. Ada pula yang mengikuti peziarah hingga akhirnya memberikan sejumlah uang karena merasa tidak nyaman.

Menanggapi laporan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemerintah Kota Surabaya telah mengambil langkah penertiban melalui jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Petugas disebut telah diterjunkan ke kawasan Ampel untuk menangani keberadaan anjal yang meresahkan pengunjung.

Baca juga :

Eri Cahyadi Murka soal Parkir Tunai Petugas hingga Pejabat Dishub Terancam Dicopot

“Ada laporan di hotline terkait anak jalanan (anjal) di kawasan (Makam Sunan) Ampel. Mereka mengganggu dan membuat peziarah tidak nyaman,” ujar Eri, Rabu (2/9/2026).

Eri mengatakan pengawasan di kawasan Ampel sebenarnya telah dilakukan secara rutin setiap hari. Namun, keberadaan anak jalanan yang tidak menetap membuat proses penertiban menjadi tantangan bagi petugas.

“Teman-teman dari Satpol PP Surabaya sudah turun ke lokasi. Sebenarnya pengawasan di sekitar kawasan tersebut dilakukan setiap hari. Hanya saja, keberadaan anak jalanan terkadang ada dan terkadang tidak ada,” katanya.

Baca juga :

Parkir Sembarangan Kena Denda Rp500 Ribu, Cara RW Pucang Sewu Atasi Jalan Jadi Lahan Parkir

Menurut Eri, penertiban terhadap anjal maupun pengamen di kawasan Ampel bukan kali pertama dilakukan. Meski telah beberapa kali ditertibkan, sebagian dari mereka kembali beraktivitas setelah petugas meninggalkan lokasi.

“Saya minta maaf kepada para peziarah. Tetapi ini sudah berulang kali ditertibkan dan dijaga oleh teman-teman, namun tetap saja seperti kucing-kucingan dan kembali lagi,” ungkapnya.

Peziarah-Ampel-Resah-ganggu-anjal-minta-uang
Saat ini Satpol PP meningkatkan intensitas pengawasan di sekitar kawasan wisata religi Ampel. Pemkot Surabaya akan melakukan koordinasi agar patroli dapat diperkuat sehingga keberadaan anjal tidak kembali mengganggu masyarakat | MMP | dok pemkot

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Eri meminta Satpol PP meningkatkan intensitas pengawasan di sekitar kawasan wisata religi tersebut. Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan koordinasi agar patroli dapat diperkuat sehingga keberadaan anjal tidak kembali mengganggu masyarakat.

“Insyaallah saya akan berkoordinasi dengan Satpol PP. Nanti pengawasan akan diperketat lagi di kawasan Ampel,” tuturnya.

Baca juga :

Dugaan Pungli Stan PKL Tandes Mencuat, Lurah Tunggu Laporan Resmi Warga

Selain penertiban langsung di lapangan, Pemkot Surabaya juga menerapkan sanksi sosial bagi sejumlah anak jalanan dan pengamen yang berhasil diamankan petugas. Mereka akan ditempatkan di UPTD Liponsos Keputih Surabaya selama tiga hari.

Selama menjalani pembinaan, mereka diwajibkan mengikuti kegiatan sosial, seperti membersihkan lingkungan Liponsos Keputih dan membantu pelayanan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Eri menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kawasan Makam Sunan Ampel tetap aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama para peziarah yang datang untuk beribadah.

“Jadi nanti para peziarah yang datang ke Ampel bisa merasa nyaman dan tidak terganggu oleh anjal,” kata Eri.

Baca juga :

Pegawai Leasing Tilap Uang Pengurusan 187 STNK senilai Rp 407 Juta

Pemkot Surabaya berharap penguatan pengawasan dan pembinaan tersebut dapat mengurangi aktivitas yang mengganggu peziarah sekaligus menjaga citra kawasan religi Sunan Ampel sebagai tempat yang tertib dan nyaman bagi pengunjung.(ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *