Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Pendidikan

Sosiolog Apresiasi Gerakan Pramuka Garuda Surabaya, Bakal Pecahkan Rekor MURI!

1
×

Sosiolog Apresiasi Gerakan Pramuka Garuda Surabaya, Bakal Pecahkan Rekor MURI!

Sebarkan artikel ini
sosiolog-apresiasi-gerakan-pramuka-garuda
Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Andri Arianto menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh Gerakan Pramuka saat ini, yaitu menurunnya minat generasi muda, khususnya Gen Z, terhadap kegiatan Gerakan Pramuka Garuda | MMP | dok pemkot
mediamerahputih.id | SURABAYA – Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Andri Arianto, mengapresiasi rencana pengukuhan anggota Pramuka Garuda di Kota Surabaya yang akan digelar dalam sebuah perhelatan akbar.

Kegiatan ini direncanakan untuk memecahkan Rekor MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) dan menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali peran Gerakan Pramuka di tengah penurunan minat generasi muda.

“Pramuka Kota Surabaya yang berencana menggelar pengukuhan anggota Pramuka Garuda dalam acara besar yang diproyeksikan memecahkan Rekor MURI ini layak diapresiasi,” ujar Andri dalam wawancaranya pada Rabu (28/4/2026).

Baca juga :

Wamendikdasmen Tinjau TKA di Surabaya, Tekankan Evaluasi Pendidikan

Andri menilai, kegiatan tersebut dapat menjadi upaya penting untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai dasar yang diajarkan oleh Pramuka, seperti kemandirian, kepemimpinan, disiplin, kerja sama, dan cinta tanah air.

Namun, Andri juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh Gerakan Pramuka saat ini, yaitu menurunnya minat generasi muda, khususnya Gen Z, terhadap kegiatan tersebut.

sosiolog-apresiasi-gerakan-pramuka-garuda
Andri Arianto mengakui bahwa kegiatan Pramuka kini semakin dianggap tidak relevan di kalangan siswa, terutama seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan pola aktivitas digital yang lebih digemari oleh generasi muda | MMP | dok

Ia mengakui bahwa kegiatan Pramuka kini semakin dianggap tidak relevan di kalangan siswa, terutama seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan pola aktivitas digital yang lebih digemari oleh generasi muda.

“Sepertinya ada penurunan antusiasme terhadap kegiatan Pramuka. Banyak yang menganggap kegiatan ini ‘gak relevan’ di era yang serba digital, di mana kegiatan serasa kaku dan terjebak romantisme masa lalu,” kata Andri.

Baca juga :

Pelajar Surabaya Kampanyekan Pencegahan Kekerasan di Dunia Digital

Survei publik yang dirilis pada 2026 bahkan menunjukkan bahwa mayoritas Gen Z lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial dan internet, dengan rata-rata waktu lebih dari 6 jam sehari, dibandingkan mengikuti kegiatan organisasi seperti Pramuka.

Selain itu, Andri menanggapi isu terkait dugaan pungutan liar (pungli) yang mengiringi kegiatan pengukuhan anggota Pramuka Garuda. Ia menilai tudingan tersebut merupakan bentuk pesimisme yang tidak adil terhadap upaya yang sedang dilakukan.

“Isu yang beredar yang mencurigai kegiatan ini sebagai kedok pungli adalah bentuk pandangan yang negatif. Kita harus melihat peluang positif dalam setiap tantangan yang ada,” ungkapnya.

Sebagai respons terhadap hal tersebut, Andri mengajak masyarakat untuk menyikapi rencana pengukuhan anggota Pramuka Garuda dengan prasangka baik. Menurutnya, kegiatan ini adalah langkah serius yang diambil untuk menjaga keberlanjutan Pramuka di kalangan generasi muda.

“Kita harus memandang kegiatan ini dengan prasangka baik, karena ini merupakan langkah awal yang penting sebelum Pramuka benar-benar ditinggalkan oleh generasi muda,” kata Andri.

Baca juga :

Pembatasan Gawai di Sekolah Surabaya Diklaim Mulai Berdampak Siswa Lebih Fokus

Terkait pendanaan kegiatan Pramuka, Andri menjelaskan bahwa dana untuk kegiatan Pramuka tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga berasal dari berbagai sumber yang sah.

Pemerintah berperan sebagai fasilitator dan pembina, sementara sumber pendanaan lainnya dapat berasal dari iuran anggota, donasi masyarakat, kewirausahaan, hingga penggalangan dana.

Baca juga :

Hakim Marah Kadindik Jatim Mangkir dalam Sidang Dugaan Pemerasan

“Pendanaan Pramuka bersifat multi sumber, tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Ini merupakan perpaduan antara bantuan negara dengan kemandirian organisasi,” tandasnya.

Andri menegaskan bahwa kegiatan Pramuka dapat berjalan dengan baik dengan melibatkan berbagai pihak dalam pendanaannya.(ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *