Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Nasional

Hadiri Rakernas Apeksi 2023, Anies Tawarkan Gagasan 4 Prinsip Kota Masa Depan

448
×

Hadiri Rakernas Apeksi 2023, Anies Tawarkan Gagasan 4 Prinsip Kota Masa Depan

Sebarkan artikel ini

gagasan capres di rakernas apeksi

rakernas-apeksi-anies-tawarkan-gagasan-prinsip
Hadiri rakernas Apeksi, Capres Koalisi Perubahan, untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan tawarkan gagasan 4 Prinsip Kota masa depan I foto tangkapan layar I ist
mediamerahputih.id I Makasar – Calon Presiden atau Capres Koalisi Perubahan, untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan menawarkan gagasan empat prinsip kota masa depan dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas Apeksi) di Upperhills Convention Center, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (13/07/2023).

Tampil dengan memakai busana batik berwarna coklat dan ikat kepala (Passapu) berwarna merah, Anies mengawali uraiannya dengan cara membedah permasalahan yang ada di kota-kota di Indonesia, di antaranya kemandirian fiskal dan ketimpangan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kota.

Baca juga:

Anies-AHY Berpeluang Menjadi Primadona Bila Diusung Pada Pilpres 2024

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu lalu memaparkan dengan baik bahwa kota secara serius dirancang untuk bekerja sama di aspek-aspek yang menjadi kebutuhannya dengan daerah sekitar, contohnya di bidang pangan.

Anies kemudian menawarkan gagasan tentang empat prinsip untuk kota masa depan. Ke-empat prinsip yang ia maksud itu adalah layak huni, asri, adil, maju. Pikiran-pikiran besarnya yang ia gagas tersebut selalu menatap ke depan.

Baca juga:

Mengintip Peluang Duet Anies-AHY atau Anies-Khofifah di Pilpres 2024?

“Kami melihat ada 4 (empat) prinsip untuk kota di masa depan, layak huni, asri, adil, maju. Kira-kira 4 (empat) itu yang kita ingin lakukan ke depan,” ujar Anies, dikutip KBA News di kanal Youtube Metro TV,Kamis (13/7).

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) periode 2019-2022 itu kemudian menjelaskan lebih detail terkait empat prinsip kota masa depan yang digagasnya. Berbekal pengalaman mengurus ibukota, Anies tampak cakap dalam mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi yang paling jitu untuk mengatasinya.

Baca juga:

Hentikan Polemik JIS, Erick: Pak Anies Sudah Sebut JIS Aset Indonesia

“Layak huni artinya airnya bersih, baik. Kemudian papannya tersedia, tempat tinggalnya tersedia dengan layak. Kemudian lingkungan hidupnya baik. Adil artinya ada kesetaraan kesempatan dari mulai pendidikan kesehatan sampai dengan kegiatan keagamaan. Maju dalam artian kita terus menerus membuat kota kita kota yang memfasilitasi modernisasi di kota ini,” kata Anies yang juga Mantan rektor Universitas Paramadina tersebut.

Untuk mencapai konsep kota masa depan dengan empat prinsip tersebut , Anies Baswedan menunjukkannya dengan enam rute.

“Akselerasi, transportasi, pemerataan perguruan tinggi, relasi urban dan rural yang saling menguatkan, minimalisasi beban administrasi/pelaporan dari Pemda, Pemerintah Pusat harus menjadi pemercepat kolaborasi antardaerah. Ini enam hal yang kami rasa perlu dikerjakan untuk kota-kota di Indonesia yang akan datang,”ungkap Anies.

Baca juga:

Anies sebut Pilkada Menang Utang selesai, Masuk Pemerintahan Tak Bermain Proyek

“Sesuatu yang punya dasar kuat dan baik dirasakan masyarakat, dengan sendirinya akan menggelinding. Tapi kalau dia tidak memiliki dasar yang kuat, ya, kemudian tidak jelas yang mendapat manfaat siapa, maka wali kota itu harus kerja keras pakai otot politik untuk membuat program yang diinginkan jalan. Betul tidak Bapak Ibu sekalian?”  imbuh  Anies yang mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para peserta Rakernas Apeksi.

Dalam forum tersebut, Anies juga memberikan jawaban yang benderang terkait bagaimana menyikapi adanya pemaksaan kebijakan untuk presiden berikutnya. Perilaku rezim tentu tidak lazim, entah karena ada kekhawatiran proyeknya bakal mangkrak atau ada masalah jika tidak dieksekusi.

Selain Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo turut dalam acara Rakernas XVI Apeksi. Momen ini merupakan perdana dalam sejarah Indonesia, di mana bakal calon presiden difasilitasi untuk berbicara di hadapan para wali kota di Indonesia untuk didengarkan gagasan mereka ke seluruh pelosok Indonesia. (kba/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *