Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Politik

Mengintip Peluang Duet Anies-AHY atau Anies-Khofifah di Pilpres 2024?

377
×

Mengintip Peluang Duet Anies-AHY atau Anies-Khofifah di Pilpres 2024?

Sebarkan artikel ini

teka-teki Bacawapres koalisi perubahan

Lembaga Survei Indonesia (LSI) menakar Bursa bakal calon wakil presiden (bacawapres) yang di duetkan dengan Capres Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan ada dua nama selama ini mencuat, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Khofifah Indar Parawansa I MMP I ilustrasi I ist.

mediamerahputih.id I JAKARTA –  Bursa bakal calon wakil presiden (bacawapres) dalam konstelasi jelang Pemilihan Presiden 2024 semakin hangat untuk diulas disandingkan dengan bakal calon presiden (bacapres) pada sosok Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan mengatakan, untuk Koalisi Perubahan memang ada dua nama selama ini mencuat, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Khofifah Indar Parawansa.

“Capres Anies Baswedan, salah satu tantangannya adalah memaksimalkan atau membuat suaranya di Jawa Timur lebih tinggi, itu akan membantu dia memenangkan capres.” terang Djayadi dalam program acara ‘Road to 2024, Bursa Cawapres di Balik Strategi Koalisi’ yang dikutip CNN Indonesia, Sabtu, 18 Maret 2023.

Sebab selama ini, basis Anies Baswedan selama ini cukup kuat di Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Kemudian daerah Sumatera juga cukup kuat, di beberapa daerah Sulawesi juga kuat. Sedangkan daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah belum cukup kuat.

Jadi mungkin bagi Anies Baswedan, yaitu kalau strategi wilayah yang hendak dipakai siapa nama cawapres yang bakal membantu dia untuk memperkuat posisinya di Jawa Timur?

Diikatakan Djayadi, memang ada dua nama, yaitu Khofifah dan AHY. Khofifah, terang Djayadi, punya kekuatan selain karena dia populer sebagai gubernur, juga terutama punya basis Muslimat NU (Nahdlatul Ulama).

Selain itu, dia juga punya basis di daerah-daerah di sejumlah daerah PKB. Juga dia adalah seorang perempuan.

Namun, belum tentu suara NU di Jawa Timur atau suara kaum Nahdliyin di Jawa Timur itu bulat ke salah satu kandidat.

“Karena ada kemungkinan misalnya kalau Muhaimin jadi nyalon, lalu nanti Ganjar mencari nama lain dari NU juga, lalu ada nama Erick Thohir yang sudah mulai diasosiasikan dengan NU,” terangnya.

Jika seperti itu, maka menurutnya suara NU tidak akan bulat di Pemilu 2024 untuk daerah Jawa Timur yang menjadi basisnya Nahdliyin.

“Di sisi lain AHY, kita tahu keluarga AHY dan keluarganya termasuk Ibas dan Pak SBY itu kan juga punya kekuatan di Jawa Timur,” imbuh Djayadi.

Misalnya di daerah-daerah Mataraman, terutama di daerah Pacitan, Blitar, Trenggalek. “Jangan lupa, ketua Demokrat Jawa Timur adalah Wakil Gubernur Jawa Timur, seorang yang muda. Emil Dardak yang juga mantan Bupati Trenggalek,” ungkapnya.

Jadi AHY pun, lanjut Djayadi, punya basis sebetulnya. Tinggal apakah Anies misalnya akan lebih fokus untuk memenangkan Jawa Timur atau tidak, dengan akan memilih  strategi yang lebih luas.

“Kalau dia tidak hanya berfokus di Jawa Timur mungkin pilihan (AHY), karena AHY kan cukup kuat juga di Jawa Timur,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan Khofifah, sebutnya, AHY memang masih kalah saat ini. “Tapi kalau kita lihat secara nasional, AHY itu lebih tersebar kekuatannya. Tidak seperti Khofifah,” tandasnya.

Khofifah karena memang hanya berkutat sementara di Jawa Timur sebagai gubernur, maka memang basis utamanya masih di Jawa Timur.

AHY mungkin tidak sekuat Khofifah untuk menarik Jawa Timur. Tapi AHY merupakan ketua Partai Demokrat, yang mempunyai potensi untuk mengambil beberapa suara juga di wilayah lain selain Jawa Timur.

“Khofifah itu cukup kuat untuk di Jawa Timur, tapi belum tentu kuat untuk di wilayah-wilayah di luar Jawa,” pungkas Djayadi. (mmp/kba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *