mediamerahputih.id | SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh menyusul perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut turut menyebabkan adanya peningkatan ringan kasus demam dan influenza di Kota Surabaya, namun masih berada dalam batas yang wajar.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dr. Billy Daniel Messakh mengatakan perubahan cuaca yang disertai meningkatnya aktivitas masyarakat dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Meski terjadi kenaikan jumlah kasus, masyarakat diminta tidak panik dan tetap melakukan langkah pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat.
Baca juga :
El Niño Diprediksi hingga 2027, Surabaya Waspadai Kemarau Panjang
“Memang dalam beberapa waktu terakhir ada sedikit peningkatan kasus demam. Kondisi ini masih tergolong wajar dan dapat terjadi seiring perubahan cuaca serta meningkatnya aktivitas masyarakat,” ujar Billy, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, menjaga kondisi tubuh menjadi langkah utama untuk menghadapi perubahan cuaca. Masyarakat disarankan mencukupi waktu istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan tubuh.
Dinkes Surabaya juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah khawatir terhadap peningkatan kasus demam maupun influenza yang terjadi. Upaya pencegahan dinilai lebih penting dilakukan agar kondisi kesehatan tetap terjaga.
Baca juga :
Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai rumah sakit di Surabaya yang disebut penuh akibat pasien demam dan influenza tipe A, dr. Billy memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas masih berjalan normal.
Ia menjelaskan pasien yang menjalani rawat inap merupakan mereka yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, terutama pasien dengan kondisi berat seperti gangguan pernapasan. Sementara itu, pasien dengan gejala ringan seperti demam atau influenza umumnya masih dapat ditangani melalui layanan rawat jalan.
“Yang saat ini dirawat inap di rumah sakit adalah pasien dengan kondisi yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti mengalami gangguan pernapasan berat. Sementara pasien dengan demam atau influenza pada umumnya dapat ditangani melalui perawatan rawat jalan,” jelasnya.
Baca juga :
Potensi Gempa Ada, Warga Surabaya Diminta Tak Panik dan Tetap Siap
Billy menegaskan fasilitas pelayanan kesehatan di Surabaya tetap siap memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan darurat. Ia juga mengingatkan warga agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa memastikan sumber dan kebenarannya.
Pemkot Surabaya melalui Dinkes terus melakukan koordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat, termasuk kesiapan tenaga medis dan ketersediaan tempat tidur perawatan.
“Intinya, fasilitas kesehatan kita siap. Jika ada keluhan, silakan periksa ke puskesmas terdekat terlebih dahulu. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya,” tandas Billy.(ton)






