Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Ekbis

IPF Dorong Inovasi Industri Pengemasan Sustainability Package

238
×

IPF Dorong Inovasi Industri Pengemasan Sustainability Package

Sebarkan artikel ini

kemasan berkelanjutan minim dampak lingkungan

ipf-dorong-pengemasan-sustainability-package
Press Conference PackindoStar 2024 bertajuk ‘Sustainability Package’ di Grand City Convention and Exhibition Surabaya. Jumat (28/6) I MMP I Antonius Andhika
mediamerahputih.id I SURABAYA – Indonesian Packaging Federation (IPF) terus berkomitmen terhadap kemasan berkelanjutan dan lingkungan. Langkah yang diambil tersebut  melalui kampanye nasional yang bertajuk “Sustainability Package”. Kampanye ini bagian dari ajang PackindoStar 2024 kompetisi tahunan yang bertujuan untuk mendorong inovasi dalam industri pengemasan di Indonesia.

Melalui kampanye penanganan sampah nasional, IPF memperkenalkan Sustainability Awards yang dibagi menjadi dua sub-kategori, yaitu Komersial dan Konsep. Sehingga inisiatif kompetitsi ini bukan sekedar dari penghargaan namun sebagai menjembatani kebutuhan informasi antara pemilik merek, pembuat regulasi, dan inovator material sesuai prinsip Ekonomi Sirkular yang diusung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca juga:

Volume Sampah Harian di Surabaya 60 Persen Didominasi Organik

Business Development Director IPF, Ariana Susanti, mengatakan  selama ini pemilik merek sering dihadapkan dengan tantangan dalam memenuhi peraturan KLHK mengenai kemasan yang sesuai dengan prinsip ekonomi sirkular.

ipf-dorong-pengemasan-sustainability-package
Indonesian Packaging Federation (IPF) mendorong melalui Sustainability Awards dan kampanye nasional ini,bisa menginspirasi seluruh pelaku industri pengemasan untuk berkontribusi dalam penanganan sampah nasional yang dampak minim terhadap lingkungan I MMP I Antonius Andhika

“Mereka kesulitan ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya informasi tentang bahan baku alternatif yang memenuhi persyaratan keberlanjutan. Kini, ada banyak tuntutan dari pasar kaitannya keberlanjutan. Sehingga diterima tidaknya atau mau tidak mau, kita harus mengikuti ketentuan aturanitu,” terang Ariana saat Press Conference PackindoStar 2024 di Grand City Convention and Exhibition Surabaya. Jumat (28/6/2024).

Baca juga:

Terbitkan Surat Ramadhan Tanpa Sampah

Untuk dapat memetakan solusi itu, lanjut Ariana, IPF proaktif dengan menyelenggarakan seminar, edukasi masyarakat, hingga menggandeng lembaga-lembaga internasional. Diharapkan melalui kegiatan tersebut semua pihak berpartisipasi aktif memperkenalkan inovasi teknologi yang memiliki dampak lingkungan minimal.

“Kami berharap dengan pertukaran informasi ini dapat mempercepat transisi menuju kemasan yang berkelanjutan dalam ekonomi sirkular di skala industri,” ujarnya.

Baca juga:

Kondisi Lingkungan Makin Serius, ECOTON Ajak Masyarakat Pilah Sampah

Pihaknya meyakini bahwa inovasi dalam kemasan berkelanjutan merupakan kunci untuk masa depan yang lebih hijau. Hadirnya Sustainability Awards dan kampanye nasional ini,bisa menginspirasi seluruh pelaku industri pengemasan untuk berkontribusi dalam penanganan sampah nasional yang dampak minim terhadap lingkungan.

“Ini merupakan kesempatan emas bagi industri pengemasan Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya di panggung asia maupun dunia,” ujar Education & Sustainability Director, Putut Pramono.

Baca juga:

Diduga Barang Bukti Perkara Agus Anugerah Mengùap

Putut berharap melalui kampanye ini dapat meningkatan kesadaran dalam bertindak secara nyata persoalan dalam pengelolaan sampah dan penggunaan kemasan berkelanjutan dapat memberikan Indonesia menjadi contoh bagi negara lain dalam upaya menjaga lingkungan hidup.

Namun ia turut menyinggung perlunya metode untuk mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kemasan berkelanjutan.

“Inisiatif penyelenggaraan ini karena persoalan masalah pengelolaan sampah. Kerena sampah itu berkaitan eratnya dengan material yang tidak bisa didaur ulang. Sehingga, desain kemasan nya harus sesuai pada material yang dapat didaur ulang dan digunakan kembali untuk dapat meminimalisir dampak minim terhadap lingkungan dalam proses berikutnya,” papar Putut.

Baca juga:

Limbah Rumen Hewan Kurban Dilarang Buang Sembarangan, DLH: Bisa di TPS Terdekat

Putut turut menekankan peran aktif pemerintah melalui regulasi guna permasalahan daur ulang, yang diterapkan oleh kementerian seperti Kemenkumham, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kemenperin.

“Untuk dapat mewujudkan kemasan berkelanjutan harus dilakukan bersama-sama. Salah satunya adalah dengan membuat strategi nasional untuk pengelolaan dan penanganan sampah di darat maupun di laut,” tandas Putut.

Hal itu, menurutnya menjadi pekerjaan rumah (PR) dalam pengendalian sampah dengan dampak lingkungan minimal.

Seperti diketahui PackindoStar 2024 ini terselenggara ada empat kategori utama yaitu Consumer Package, Transport Package, Student Package, dan Sustainability Package. Peserta dari Perusahaan pengemasan atau brand owner berminat dapat mengikuti pada Kategori Industry. Kemudian mahasiswa dan pelajar bisa bergabung di Kategori Student Package.

Baca juga:

Diikuti 191 Negara di Dunia, DLH Bersihkan 1 Ton Sampah di Pantai Kenjeran

Untuk kategori Sustainability Package ini ada dua sub-kategori yaikni komersial dan konsep, yang bisa diikuti oleh industri, NGO, mahasiswa, dan organisasi terkait pengemasan.

Adapun puncak PackindoStar 2024, penghargaan Sustainability Awards, akan diselenggarakan pada 8 November 2024 di Bali. Untuk Registrasi mengikuti kompetisi ini telah dibuka sejak 1 Juni 2024 dan akan ditutup pada 30 Agustus 2024. Seluruh pihak yang tertarik untuk berpartisipasi dan turut serta dalam mewujudkan pengelolaan sampah dan penggunaan kemasan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih hijau.(ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *