Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
KesehatanPendidikan

Kondisi Lingkungan Makin Serius, ECOTON Ajak Masyarakat Pilah Sampah

687
×

Kondisi Lingkungan Makin Serius, ECOTON Ajak Masyarakat Pilah Sampah

Sebarkan artikel ini

Merah Putih I KEDIRI- Permasalahan mengenai sampah menjadi salah satu permasalahan yang sangat serius. Hal ini dikarenakan sampah yang jumlahnya semakin meningkat seiring dengan pertambahan populasi manusia yang semakin bertambah. Terlebih, kondisi dan keadaan lingkungan yang semakin mengalami penurunan atau degradasi.

Berangkat akan keseriusan itulah, selama delapan hari beturut turut, Yayasan Lingkungan ECOTON berkolaborasi bersama DLHKP Kota Kediri, Ibu-Ibu PKK, Karang Taruna Kelurahan Tempurejo dan relawan melakukan kegiatan WACS di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Para relawan lingkungan dari ECOTON bersama karang taruna dan Ibu-ibu PKK memilah sampah dari mulai sampah organik, residu hingga daur ulang di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Kegiatan ini sebagai  sosialisasi supaya pemahaman masyarakat akan kesadaran warga dalam menjaga pelestarian lingkungan I MMP I ecoton.

WACS (Waste Analysis and Characterization Studies) merupakan kegiatan memantau besaran timbulan sampah warga dalam waktu tertentu. Di kelurahan Tempurejo, WACS dilakukan selama 8 hari berturut-turut.

Ada sekitar 44 rumah yang bersedia menjadi responden WACS. Mereka tersebar di 3 RW. Warga yang bersedia diambil sampahnya selama WACS, diwajibkan untuk memilah sampahnya menjadi 3 jenis yakni organik, residu dan daur ulang.

“WACS ini dilakukan untuk menyusun sistem pengelolaan sampah yang menuju zero waste cities, yaitu pemilahan sampah di tiap rumah adalah syarat utama menuju zero Waste” ujar Tonis Afrianto Koordinator Zero Waste ECOTON.

Kegiatan WACS dimulai setiap pagi, relawan WACS akan mengambil sampah masing-masing rumah. Jika ditemukan sampah warga yang masih belum terpilah, maka mereka mengingatkan kembali untuk memilahnya dalam tiga jenis.

“Kegiatan ini baik adanya, sudah menjadi cikal bakal pemilahan sampah sejak dari sumber, tinggal terus rutin disosialisasikan akan pemahaman dan kesadaran warga dalam memilah lebih baik” terang Ridwan Kasie Pengelolaan Sampah dan B3 DLHKP Kota Kediri.

Pemilahan sampah sejak dari hulu menjadi syarat untuk program Zero Waste dan Circular Economy. “Dengan adanya kegiatan WACS ini juga menjadi edukasi ke masyarakat mengenai bagaimana tentang menjaga lingkungan yang hubungannya tentang sampah. Jika mereka paham memilah akan paham juga bahwa sampah itu juga bisa menghasilkan” papar Oryza Mahendra Lurah Tempurejo.(tku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *