Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Kriminal

Bayar Order Oli dengan Bilyet Giro Expired, Amir dan Umi Mendekam di Hotel Prodeo

523
×

Bayar Order Oli dengan Bilyet Giro Expired, Amir dan Umi Mendekam di Hotel Prodeo

Sebarkan artikel ini

kasus penipuan

amir-dan-umi-mendekam-di-hotel-prodeo
mediamerahputih.id I SURABAYA – Amir Budi Utomo dan Umi Mustofiah diseret ke pengadilan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Estika Dilla Rahmawati lantaran kedua terdakwa tersebut terkait penipuan dan penggelapan pembayaran Oli dengan menggunakan Bilyet Giro (BG) yang tidak ada dananya.

Perbuatan keduanya terdakwa itu mengakibatkan kerugian Januar Effendi sebesar Rp.700 juta. Sidang dengan agenda keterangan para terdakwa yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Suparno di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Rabu, (03/05/2023).

Dalam kesaksiannya, Umi mengatakan, bahwa semuanya pembayarannya melalui Amir Budi Utomo, diketahui toko oli itu milik Amir.

Sementara itu Amir mengakui, sebenarnya perkara ini sudah ada upaya perdamaian saat di penyidik Polrestabes Surabaya, Yayuk sebagai penengahnya dengan memberikan Ruko yang ada di Sidoarjo sebagai jaminan. Sebidang Ruko itu dengan harga pasarannya senilai Rp 1,7 miliar namun oleh Januar ditawar dengan harga Rp.1,3 miliar.

Baca juga :

Terdakwa Kasus Penipuan Emas Batangan Ini Tertunduk Lesu! Setelah Dituntut Jaksa 3 Tahun Penjara, Padahal Belum Ditahan?

Amir mengaku ingin masalahnya segera selasai dan ikhlas dengan memberikan jaminan Ruko yang ia miliki. Namun karena sertifakatnya masih berada di bank yang memiliki sisa hutang sekitar Rp 400 juta.

“Karena Januar tidak memiliki uang, sehingga dibatalkan secara sepihak dan perkaranya lanjut,” ungkap terdakwa Amir melalui sambungan telekonfren.

Sebelum menutup persidangan, Ketua Majelis Hakim Suparno memerintahkan kepada JPU untuk menyiapkan tuntutannya.”Sidang ditunda minggu depan untuk pembacaan tuntutan,” ujar Hakim Suparno sembari mengetuk palu persidangan.

Seperti diketahui, berdasarkan surat dakwaan dari JPU menyebutkan, erdakwa Amir Budi Utomo yang merupakan Marketing Sparepart meminta kepada terdakwa Umi Mustofiah untuk melakukan pendistribusian oli.  Karena Amir menerima pemesanan oli kemudian Umi merencanakan untuk mempertemukan dengan Januar Effendi.

Baca juga :

Tukang Becak Pembobol Rekening Nasabah BCA Indrapura, Dituntut 1 Tahun Penjara

Berawal, pada bulan Mei 2021, lantas Umi menghubungi Januar Effendi untuk mengajak bertemu di gudang milik terdakwa II di Pondok Sedati Asri Blok A Nomor 08 RT.15 RW.08 Pepe Kecamatan Sedati Sidoarjo. Selanjutnya, Senin tanggal 17 Mei 2021 Januar Effendi mengajak Galih Kurniawan untuk bertemu dengan Terdakwa I sesuai dengan permintaan dari Terdakwa I.

Saat pertemuan tersebut, Terdakwa I berkata kepada Januar Effendi, “pak, saya butuh modal untuk order oli, nanti saya jaminkan bilyet giro untuk pembayarannya mundur 3 (tiga) bulan setelah nota dan juga jaminan sertifikat.”

Baca juga :

Oalah,. Evi Mei Jual Mobil milik Suaminya Berujung Penjara

Mengetahui hal tersebut, membuat Januar Effendi tertarik untuk memberikan uang modal sehingga terjadi kesepakatan antara Umi dan Januar Effendi mengenai peminjaman uang modal pembelian oli dari  Januar Effendi kepada Umi.

Kemudian Januar Effendi melakukan order pembelian oli sesuai dengan permintaan Terdakwa I, “Apabila oli yang telah diorder, nanti langsung di kirim ke toko yang sudah memesan oli.” Atas pengiriman order oli tersebut, terhadap jasa pengiriman ekspedisi juga ditunjuk oleh Terdakwa I,

Para terdakwa lalu memberikan bilyet giro kepada Januar Effendi sebagai jaminan atas peminjaman uang modal pembelian oli, dengan rincian sebagai berikut:

Bilyet Giro Bank BRI Nomor GGU414134 tanggal 08 Juli 2021 senilai Rp.200 juta

Bilyet Giro Bank BRI Nomor GGU414135 tanggal 08 Juli 2021 senilai Rp.150 juta.

Bilyet Giro Bank BRI Nomor GGU414136 tanggal 08 Juli 2021 senilai Rp.200 juta.

Bilyet Giro Bank BRI Nomor GGU414137 tanggal 08 Juli 2021 senilai Rp.150 juta.

Na’as bagi Januar Effendi saat melakukan pencairan atas seluruh Bilyet Giro yang diberikan melalui Bank BRI Cabang Muntilan Jalan Pemuda Nomor 06 Karang Rejo Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Jogjakarta, mengalami penolakan dikarenakan tidak dalam waktu tenggang efektif (expired) kemudian rekening ditutup lantaran saldo kosong.

Baca juga :

Bos PT Corpus Prima Mandiri Kristhiono Gunarso Resmi Dilaporkan Perkara TPPU

Umi  menyerahkan Sertifikat Rumah Nomor 06236 an FX Tugiyono alamat Kecamatan Wates Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta yang diklaim sebagai miliknya tetapi belum dilakukan proses balik nama atas nama Terdakwa sebagai jaminan atas peminjaman uang modal pembelian oli kepada Januar Effendi.

Namun, kemudian diketahui bahwa Umi tidak bisa menyerahkan objek yang menjadi jaminan atas peminjaman uang modal pembelian oli tersebut karena objek berupa Sertifikat Rumah Nomor 06236 an FX Tugiyono alamat Kecamatan Wates Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta tidak diselesaikan oleh Umi yang berujung tidak bisa menyelesaikan tunggakan kepada Januar Effendi.

Bahwa perbuatan Terdakwa Umi Mustofofiah dan Amir Budi Utomo mengakibatkan Januar Effendi mengalami kerugian sebesar Rp.700 juta. Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana dalam Pasal 378 dan Pasal 372 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(tio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *