mediamerahputih.id | SURABAYA – Proyek pembangunan lantai atas pedestrian di Jalan Kapasan sisi selatan, Surabaya, menuai kritik dari masyarakat. Pekerjaan yang menggunakan anggaran senilai Rp398.999.999 ini dianggap menyisakan sejumlah masalah terkait kualitas pengerjaan di lapangan. Proyek ini dijadwalkan selesai pada September 2026, dengan metode Pengadaan Langsung sesuai data pengadaan Tahun Anggaran 2026.
Dari pengamatan di lokasi, terlihat sejumlah bagian pedestrian yang diduga belum dikerjakan dengan maksimal. Beberapa titik tampak tidak rata, sambungan antar material kurang presisi, serta jalur pemandu bagi penyandang disabilitas terputus pada beberapa bagian.
Baca juga :
Selain itu, beberapa area juga tampak terbuka dan belum tertutup dengan sempurna, menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pelaksanaan pekerjaan tersebut, terlebih proyek ini melibatkan anggaran ratusan juta rupiah.
“Harapannya kalau memang dibangun untuk masyarakat, hasilnya harus rapi dan nyaman dilalui,” ujar salah satu warga sekitar yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.
Baca juga :
Proyek Pedestrian di Jalan Kartini Sebabkan Pagar Rumah Warga Ambrol
Fasilitas pedestrian, yang berfungsi sebagai jalur aman bagi pejalan kaki termasuk kelompok lanjut usia, anak-anak, dan penyandang disabilitas, dinilai membutuhkan perhatian khusus terhadap kualitas pengerjaannya.

Masyarakat pun berharap instansi terkait segera melakukan evaluasi lapangan dan memastikan pekerjaan dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Baca juga :
Dugaan Maladministrasi dalam Pengadaan E-Purchasing di DSDABM Surabaya
Menanggapi temuan tersebut, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya, Dedy Purwito, mengungkapkan bahwa ia saat ini masih berada di lapangan.
“Mohon waktu, saya masih di lapangan,” tulisnya singkat dalam pesan WhatsApp, Kamis (30/4/2026), saat dikonfirmasi mengenai masalah kualitas pekerjaan tersebut.(dms)





