Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Kesehatan

Optimalkan Rekam Medis Elektronik untuk Pencegahan Penyakit Warga

96
×

Optimalkan Rekam Medis Elektronik untuk Pencegahan Penyakit Warga

Sebarkan artikel ini
rekam-medis-elektronik-pencegahan-penyakit
Program “Satu Data Satu Peta” berbasis rekam medis elektronik untuk memperkuat pencegahan penyakit warga secara menyeluruh melalui platform digital terintegrasi Pengambilan data dilakukan dari seluruh wilayah kerja puskesmas di Kota Surabaya, kemudian langsung dimasukkan ke dalam sistem digital | MMP | dok
mediamerahputih.id | SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan integrasi program “Satu Data Satu Peta” berbasis rekam medis elektronik untuk memperkuat pemantauan dan pencegahan penyakit warga secara menyeluruh. Sistem ini akan menggabungkan data dari puskesmas hingga rumah sakit melalui platform digital terintegrasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan pengumpulan data dilakukan secara masif melalui 63 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota. Data tersebut mencakup kebutuhan dasar kesehatan masyarakat dan diinput langsung melalui aplikasi digital yang telah dikembangkan.

Baca juga :

Risiko Obesitas, Dinkes Surabaya Catat Ada 153.476 Warga

“Pengambilan data dilakukan dari seluruh wilayah kerja puskesmas di Kota Surabaya, kemudian langsung dimasukkan ke dalam sistem digital,” ujar dr. Billy, diterima redaksi, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, program ini dijalankan melalui skema Home Visit yang terintegrasi dengan Kader Surabaya Hebat (KSH). Seluruh data yang dihimpun dari puskesmas akan dikumpulkan dalam pusat data (warehouse) Dinkes untuk divalidasi dan dianalisis sebelum ditampilkan dalam bentuk dashboard pemantauan.

rekam-medis-elektronik-pencegahan-penyakit
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh | MMP | dok

“Data dari 63 puskesmas akan masuk ke sistem pusat untuk dievaluasi, kemudian menghasilkan dashboard sebagai alat pemantauan,” katanya.

Baca juga :

SE Terkait Kewaspadaan Dini Terhadap Penyakit Gangguan Ginjal Akut

Selain puskesmas, integrasi juga mencakup rekam medis elektronik dari rumah sakit milik Pemkot Surabaya. Saat ini, data yang telah terhimpun berasal dari tiga rumah sakit, yakni RSUD Bhakti Dharma Husada, RSUD dr Mohamad Soewandhie, dan RSUD Eka Candrarini.

Data tersebut akan dipetakan berdasarkan jenis penyakit dan wilayah persebarannya, sehingga memudahkan Dinkes dalam memantau pola penyakit di masyarakat. Setiap pasien yang berobat akan diberi label berdasarkan diagnosis, seperti hipertensi atau diabetes, untuk mempermudah pelacakan sebaran kasus.

“Dengan sistem ini, kita bisa mengetahui persebaran penyakit secara detail di setiap wilayah,” jelas dr. Billy.

Baca juga :

Awas Waspadai Terhadap Penyakit Legionellosis, Berikut ini Cirinya!

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa data yang terkumpul juga akan dimanfaatkan untuk kepentingan riset akademik guna menghasilkan solusi kesehatan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya keterlibatan seluruh rumah sakit dalam sistem tersebut. Ia menyatakan akan mengumpulkan para direktur rumah sakit untuk membangun integrasi rekam medis dalam satu sistem bersama.

Menurutnya, integrasi ini memungkinkan pemetaan penyakit hingga tingkat wilayah secara lebih rinci, sehingga intervensi kesehatan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

“Jika ada warga yang tidak melakukan kontrol, maka pemerintah bisa langsung turun ke rumah untuk memastikan penanganan, terutama bagi masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Baca juga :

6 Warna Sepatu ini Cocok untuk Semua Baju

Eri juga menegaskan bahwa pemanfaatan data rekam medis tetap berada dalam koridor kerahasiaan dan hanya digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan, bukan untuk konsumsi publik.

Dengan sistem terintegrasi ini, Pemkot Surabaya menargetkan upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan secara lebih akurat melalui pemantauan berbasis data. “Pencegahan tentu lebih baik daripada pengobatan,” kata Eri.(ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *