mediamerahputih.id | SURABAYA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang sekolah dasar (SD) di Surabaya, Rabu (22/4/2026). Kunjungan dilakukan di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya untuk memastikan kesiapan serta kelancaran pelaksanaan ujian.
Dalam kunjungan tersebut, Atip menegaskan bahwa TKA merupakan instrumen penting dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Ia menyebut evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki, mulai dari kompetensi guru, metode pembelajaran, hingga ketersediaan sarana dan prasarana.
Baca juga :
Selama Ramadan 1447 H, Sekolah di Surabaya Fokus Pendidikan Karakter
“TKA ini menjadi salah satu instrumen evaluasi untuk mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki,” ujar Atip di sela kunjungan.
Menurutnya, tanpa evaluasi yang terukur, upaya peningkatan kualitas pendidikan akan sulit tercapai. Oleh karena itu, kegiatan monitoring dan evaluasi harus menjadi bagian dari proses perbaikan berkelanjutan di dunia pendidikan.
Baca juga :
Ini Skema Baru Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya untuk SMA Sederajat
Selain meninjau aspek akademik, Atip juga menyoroti pentingnya lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah (ASRI). Ia menilai kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan serta efektivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat akan mendorong kenyamanan siswa dalam belajar dan harus diwujudkan dalam praktik sehari-hari,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan pelaksanaan TKA di daerah berjalan optimal. Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan di dua sekolah yang dikunjungi berlangsung dengan baik.
“Beliau melihat langsung kesiapan pelaksanaan, berinteraksi dengan siswa, serta meninjau sarana prasarana. Secara umum berjalan lancar,” kata Febrina.
Baca juga :
Pemulihan Aset Lintas Negara hingga Pemidanaan Korporasi Jadi Tantangan Hukum Pidana Ekonomi
Selain itu, Wamendikdasmen juga meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Ketintang 1. Dalam kesempatan tersebut, Atip berdialog dengan siswa terkait menu yang disajikan, yang dinilai telah memenuhi unsur gizi seperti protein, karbohidrat, dan susu.
Fasilitas pembelajaran berbasis teknologi melalui penggunaan smart board juga menjadi perhatian. Bantuan dari pemerintah pusat tersebut dinilai mampu meningkatkan interaksi dan pemahaman siswa selama proses belajar berlangsung.
Febrina menambahkan, hingga hari ketiga pelaksanaan TKA jenjang SD di Surabaya berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ia juga menegaskan bahwa TKA tidak bersifat wajib dan tidak menjadi penentu kelulusan siswa.
Baca juga :
Kejati Jatim Bongkar Dugaan Korupsi Perizinan, Kadis ESDM Jadi Tersangka
Meski demikian, hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai tambahan nilai bagi siswa yang melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi. Untuk jenjang SD, materi yang diujikan meliputi Matematika dan Bahasa Indonesia, serta dilengkapi survei karakter dan lingkungan belajar.
“Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan pendidikan nasional,” ujarnya.
Baca juga :
Sidang Korupsi Hibah SMK Jatim Rp186 Miliar Terdakwa Tak Ditahan
Ia memastikan mayoritas siswa mengikuti TKA. Sementara bagi siswa yang berhalangan, seperti karena sakit, akan diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan.(ton)





