Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Ekbis

Raihan Syah Rafi’ Manfaatkan Dana Gen Z Rp19,8 Juta untuk Bangun Bisnis Parfum

22
×

Raihan Syah Rafi’ Manfaatkan Dana Gen Z Rp19,8 Juta untuk Bangun Bisnis Parfum

Sebarkan artikel ini

Dari Ide Sederhana hingga Omzet Jutaan

raihan-syah-rafi-manfaatkan-dana-gen-z
Raihan Syah Rafi’ bersama pemuda Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, untuk mengembangkan usaha parfum dan deodoran memanfaatkan bantuan modal melalui program Dana Gen Z Pemkot Surabaya | MMP | dok pemkot
mediamerahputih.id | SURABAYA — Bantuan modal melalui program Dana Gen Z dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dimanfaatkan Raihan Syah Rafi’ bersama pemuda Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, untuk mengembangkan usaha parfum dan deodoran. Bermula dari keterbatasan modal, usaha yang dirintis bersama anggota Karang Taruna RW 8 tersebut kini mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah sekaligus membuka peluang bagi pemuda sekitar untuk belajar berwirausaha.

Raihan yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna RW 8 mengatakan, ide usaha tersebut muncul setelah dirinya bersama sejumlah anggota Karang Taruna berdiskusi mengenai rencana membangun bisnis. Namun, keterbatasan biaya menjadi kendala utama dalam merealisasikan gagasan tersebut.

Baca juga :

Usai Pesta Miras di Paradise Club Pengemudi Mabuk Tabrak Mobil dan Warung di Kedungdoro 2 Tewas

Kesempatan datang setelah mereka mengetahui adanya program bantuan modal bagi generasi muda dari Pemkot Surabaya. Raihan bersama tim kemudian menyusun proposal usaha dan mengajukannya hingga mendapatkan persetujuan bantuan senilai sekitar Rp19,8 juta.

“Awalnya kami sudah punya ide untuk membuat usaha, tetapi bingung untuk modalnya. Kebetulan teman-teman Karang Taruna RW 8 punya ide untuk mengembangkan usaha, akhirnya kami mengajukan proposal,” ujar Raihan, Rabu (7/10/2026).

raihan-syah-rafi-manfaatkan-dana-gen-z
Kesempatan datang setelah Raihan bersama pemuda Kedungdoro mengetahui adanya program bantuan modal bagi generasi muda dari Pemkot Surabaya. Raihan bersama tim kemudian menyusun proposal usaha dan mengajukannya hingga mendapatkan persetujuan bantuan senilai sekitar Rp19,8 juta | MMP | dok pemkot

Sebelum memproduksi deodoran, kelompok tersebut terlebih dahulu melakukan riset dengan mempelajari sejumlah jurnal ilmiah sebagai acuan dalam menentukan formulasi produk. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahan yang digunakan sesuai dengan standar keamanan. Sementara itu, pengembangan parfum dilakukan melalui berbagai percobaan hingga menghasilkan empat formulasi aroma yang dikembangkan secara mandiri.

Baca juga :

13 Kepala Dinas Diganti, Eri Cahyadi: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Saat ini, usaha yang diberi nama KDR Parfum dan KDR Deodoran tersebut dikelola oleh enam pemuda dengan pembagian tugas pada bagian produksi, pemasaran, dan keuangan. Selain itu, anggota Karang Taruna juga diberi kesempatan untuk ikut memasarkan produk dengan sistem bagi hasil sebesar 10 persen dari setiap transaksi penjualan.

Raihan menjelaskan, kegiatan produksi sementara dilakukan di Balai RT Kedungdoro yang diberikan secara gratis sebagai tempat produksi sekaligus penjualan. Dana bantuan dari pemerintah digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional, seperti pembelian bahan baku, peralatan produksi, perlengkapan usaha, hingga perangkat kasir.

“Untuk tempat produksi, kami belum memiliki tempat khusus. Tetapi kami memanfaatkan Balai RT Kedungdoro yang disediakan gratis menjadi tempat produksi dan penjualan. Dana bantuan lebih banyak digunakan untuk membeli bahan baku, peralatan produksi, perlengkapan operasional, hingga perangkat kasir,” katanya.

Baca juga :

Ketika Koalisi Pemerintah Terlalu Kuat, DPR Kehilangan Taring

Dalam kurun waktu sekitar dua bulan sejak produk mulai dipasarkan, penjualan KDR Parfum dan KDR Deodoran menunjukkan perkembangan positif. Raihan menyebut omzet yang diperoleh telah mencapai sekitar Rp4 juta. Meski demikian, keuntungan yang diperoleh saat ini masih difokuskan pada perputaran bahan baku karena sebagian dana digunakan untuk investasi peralatan produksi.

Produk tersebut saat ini masih dipasarkan secara langsung melalui jaringan Karang Taruna dan lingkungan sekitar. Harga deodoran dijual mulai Rp13 ribu hingga Rp15 ribu, sedangkan parfum dipasarkan mulai Rp55 ribu dengan variasi berdasarkan aroma dan ukuran.

Raihan mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan strategi pemasaran digital agar produk dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. Pengembangan pasar online menjadi langkah berikutnya setelah pemasaran offline mulai berjalan.

Menurut Raihan, keberhasilan usaha tersebut tidak hanya dilihat dari sisi keuntungan, tetapi juga dari meningkatnya minat pemuda sekitar untuk terlibat dalam kegiatan produktif. Program tersebut dinilai mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperoleh pengalaman dalam mengelola bisnis.

“Mumpung masih muda, daripada waktunya dibuat main game atau nongkrong, lebih baik melakukan sesuatu yang bermanfaat. Kalau mau bermain, ya main yang ada hasilnya. Kalau nongkrong, bisa membahas sesuatu yang berguna, seperti membangun bisnis dan mengajak teman untuk berbisnis bersama,” tutur Raihan.

Baca juga :

Pertamina Bahas Aspirasi Towing Surabaya soal BBM Subsidi dengan BPH Migas

Ia berharap semakin banyak anak muda di Surabaya yang berani memanfaatkan berbagai peluang untuk menciptakan kegiatan produktif. Menurutnya, usaha yang dibangun bersama dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus membuka peluang penghasilan bagi masyarakat sekitar.

Raihan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya atas dukungan melalui program Dana Gen Z. Ia menilai bantuan tersebut tidak hanya mendorong pemuda untuk bergerak, tetapi juga memberikan kesempatan untuk membangun usaha yang memiliki nilai ekonomi.

“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Eri Cahyadi dan Pemkot Surabaya. Program ini bukan hanya mendorong anak muda untuk bergerak dan berdaya, tetapi juga memberi kesempatan untuk membangun usaha yang menghasilkan. Bisnis ini kami kelola secara profesional, sehingga teman-teman yang terlibat juga bisa mendapatkan keuntungan dan berkembang bersama,” pungkasnya. (ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *