Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Kesehatan

Antisipasi Resiko Penularan DBD

301
×

Antisipasi Resiko Penularan DBD

Sebarkan artikel ini
antisipasi-resiko-penularan-dbd
Surat Edaran Wali Kota Surabaya (SE) Waspada DBD Melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk secara 3M (PSN) 3M PLUS I MMP I dok pemkot
mediamerahputih.id I Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menggalakkan kewaspadaan dan antisipasi meminimalisir risiko penyakit demam berdarah dengue (DBD) di kota pahlawan. Terutama pada fase transisi, yakni. dari musim hujan hingga musim kemarau yang masih belum stabil.

Ini merupakan lanjutan Surat Edaran Wali Kota Surabaya (SE) Nomor 400.7.9/3135/436.7.2/2024 tentang peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue pada musim hujan. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya menerbitkan SE No. 400.7.9/8786/436.7.2/2024 tentang Waspada DBD Melalui PSN 3M PLUS.

Sekda Kota Surabaya Ikhsan mengatakan, untuk mengurangi risiko penyebaran DBD secara masal di Surabaya, perlu dilakukan upaya penanggulangan secara intensif pemberantasan vektor virus DBD dengan menerapkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk secara 3M. PLUS DBD (PSN).

Baca juga:

Begini Cara Pencegahan Kasus DBD atau Demam Berdarah

“Artinya, tiriskan dan sikat bak/kolam renang minimal seminggu sekali. Tutup wadah air seperti kaleng, tangki, dan tong. Daur ulang/daur ulang juga barang-barang bekas yang menampung air,” kata Ikhsan. Jumat (17/5 .2024).

antisipasi-resiko-penularan-dbd
Jumantik – secara masal di Surabaya, perlu dilakukan upaya penanggulangan secara intensif pemberantasan vektor virus DBD dengan menerapkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk secara 3M. PLUS DBD (PSN) I MMP I dok

3M PLUS sejauh ini meliputi penggantian air mingguan di pot bunga, pemandian burung atau tempat sejenis lainnya, perbaikan saluran dan talang yang tidak mulus/rusak, penambalan lubang pada bambu./ pohon dan penyemprotan dengan bubuk larvasida (larvisida) di daerah yang sulit drainase atau langka air.

Pasang jaring kawat pada jendela dan pintu rumah, biasakan merapikan kamar agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan hindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam kamar, ujarnya.

Baca juga:

Awas Waspadai Terhadap Penyakit Legionellosis, Berikut ini Cirinya!

Kemudian, lanjut Ikhsan, usahakan pencahayaan dan ventilasi ruangan cukup, gunakan kelambu saat tidur, gunakan obat anti nyamuk, tanam tanaman yang tidak disukai nyamuk seperti serai dan lavender. Serta membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk.

“Aktifkan gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) secara berkala dengan menugaskan pengawas ternak di setiap rumah/kantor untuk memeriksa dan memastikan ketiadaan ternak serta memastikan jumlah ternak bebas (ABJ) di setiap rumah. di atas 95 persen di wilayah tersebut,” imbuhnya.

Baca juga:

Tips Kenali Gejala Tertular Flu Singapura

Oleh karena itu, diharapkan kegiatan PSN 3M PLUS dapat dilaksanakan minimal di tingkat kelurahan, kelurahan, RT/RW, sekolah, tempat ibadah, perkantoran, dan tempat umum (TTU) . rutin seminggu sekali setiap hari jumat disetiap kecamatan.

“Kemudian melaporkan seluruh hasil kegiatan PSN 3M PLUS melalui Citizen Love (ASW) dan memantau perkembangan capaian kegiatan daerah terdekat untuk lebih mengendalikan kemungkinan penyebaran kasus DBD,” tandasnya. (ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *