Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Pendidikan

Mahasiswa USU Raih 24 Prestasi, Tembus Kompetisi Karya Ilmiah Internasional

8
×

Mahasiswa USU Raih 24 Prestasi, Tembus Kompetisi Karya Ilmiah Internasional

Sebarkan artikel ini

Kembangkan Teknologi Pemantauan Bangunan Bersejarah

mahasiswa-usu-raih-24-prestasi-karya-ilmiah
Ronny, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Sumatera Utara (USU), telah mengoleksi 24 prestasi melalui berbagai kompetisi karya ilmiah tingkat nasional dan internasional | MMP | dok USU
mediamerahputih.id | SUMUT – Ronny, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Sumatera Utara (USU), telah mengoleksi 24 prestasi melalui berbagai kompetisi karya ilmiah tingkat nasional dan internasional. Salah satu pencapaian terbarunya pada 2026 adalah meraih posisi 1st Runner Up dalam International Paper Innovation Contest pada The 14th Civil Engineering Innovation Contest yang diselenggarakan Universitas Diponegoro.

Dalam kompetisi tersebut, Ronny bersama tim mengembangkan penelitian berjudul “SMART-TILT: Integrating Digital Twin, IoT Sensors, and Machine Learning for Predictive Structural Health Monitoring of Heritage Buildings in Earthquake-Prone Areas”.

Baca juga :

Kisah Helen Mahasiswa yang Berhasil Menerbitkan 4 Jurnal Scopus

Penelitian ini menggabungkan teknologi Digital Twin, sensor Internet of Things (IoT), dan Machine Learning untuk memprediksi kondisi bangunan bersejarah, khususnya di kawasan rawan gempa. Inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung pemantauan dan pemeliharaan bangunan yang memiliki nilai penting bagi warisan budaya Indonesia.

Ronny berharap hasil penelitian itu dapat menarik perhatian pemerintah maupun instansi terkait agar teknologi yang dikembangkan dapat dimanfaatkan untuk menjaga kelestarian bangunan bersejarah.

“Saya ingin inovasi ini menjadi perhatian pemerintah atau instansi terkait yang bertanggung jawab menjaga budaya kita, sehingga teknologi tersebut bisa memudahkan pemantauan kondisi bangunan,” ungkap Ronny.

Baca juga :

Mahasiswa S3 UNESA Riset Energi Gelombang Laut di Forum Ilmiah Internasional

Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Ronny dalam mengeksplorasi berbagai bidang keilmuan. Selain kesehatan, ia juga mengikuti kompetisi yang berkaitan dengan teknik, pertanian, psikologi, hingga kimia. Hingga kini, ia telah mencapai puluhan babak final dalam kompetisi penelitian.

Menurut Ronny, keterbatasan kompetisi yang secara khusus membahas bidang kesehatan menjadi salah satu alasan dirinya mencoba peluang di bidang lain. Sebelum menentukan penelitian, ia terlebih dahulu mempelajari persyaratan dan subtema kompetisi agar gagasan yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penyelenggara.

“Saya mencoba keluar dari zona nyaman karena kompetisi yang khusus membahas kesehatan cukup terbatas. Dari situ, saya melihat peluang untuk mengembangkan penelitian di bidang lain,” katanya.

Baca juga :

Mahasiswa UNESA Kembangkan Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis IoT untuk Pembelajaran di SMP

Dalam prosesnya, Ronny berkolaborasi dengan mahasiswa dari bidang keilmuan berbeda, termasuk Teknik Sipil. Pembagian tugas dilakukan berdasarkan kompetensi masing-masing anggota tim. Ia juga melakukan penelusuran informasi dan berdiskusi untuk menentukan gagasan yang relevan dengan tema kompetisi.

Tantangan terbesar muncul ketika ia harus memahami topik yang berada di luar latar belakang pendidikannya. Namun, proses tersebut justru mendorongnya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan lintas disiplin ilmu.

“Biasanya saya mencari informasi terlebih dahulu mengenai topik yang akan dibahas, kemudian berdiskusi dengan anggota tim untuk menentukan gagasan yang paling sesuai dengan tema kompetisi,” ujar Ronny.

Baca juga :

Tim Abdimas Teknik Kimia UPN Ubah Salak Tak Laku Jadi Cuka Bernilai Tinggi di Jombang

Pengalaman Ronny memperlihatkan bahwa kompetisi karya ilmiah tidak hanya membutuhkan kemampuan menyusun tulisan penelitian. Kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berdiskusi, serta memecahkan masalah juga menjadi bagian penting dalam menghasilkan inovasi yang dapat menjawab persoalan nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *