Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Ekbis

Transformasi Sukses PLN Catat Lonjakan Pendapatan Rp487,38 triliun

235
×

Transformasi Sukses PLN Catat Lonjakan Pendapatan Rp487,38 triliun

Sebarkan artikel ini
transformasi-pln-pendapatan-rp-48738-triliun
Kenaikan penjualan listrik ini tak lepas dari strategi pemasaran inovatif yang dijalankan oleh PLN. Dengan strategi pemasaran yang giat, PLN memastikan untuk terus memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap konsumsi listrik yang terus bertambah I MMP I dok PLN
mediamerahputih.id I Upaya transformasi yang dilakukan oleh PLN terbukti berhasil ketika perusahaan itu melaporkan pendapatan usahanya meningkat menjadi Rp487,38 triliun pada tahun 2023, yang berarti terjadi kenaikan sebesar 10,48%. Peningkatan ini turut mendukung kenaikan keuntungan yang signifikan oleh PLN.

Dipimpin oleh Darmawan Prasodjo selaku Direktur Utama, PLN mencatatkan laba bersih luar biasa sebesar Rp22,07 triliun di tahun 2023, melengkapkan rekor berturut-turut pencapaian laba tertinggi yang dimulai sejak tahun 2021.

Baca juga:

Menakjubkan PLN Setor Negara melalui Dividen Rp2,19 Triliun dan Pajak Rp35,33 Triliun

Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa hasil ini merupakan efek langsung dari transformasi konsisten yang dijalankan oleh PLN selama tiga tahun belakangan ini. “Perubahan yang kami terapkan telah berbuah manis. Kami tidak hanya mefokuskan pada pemenuhan suplai listrik, namun kini lebih mengutamakan permintaan dan kepuasan dari pelanggan kami,” kata Darmawan.

transformasi-pln-pendapatan-rp-48738-triliun
Dengan strategi ekstensifikasi, PLN terus berinovasi dengan mengembangkan layanan elektrifikasi di sektor pertanian dan kelautan. Hingga Desember 2023, PLN berhasil melayani sektor-sektor ini dengan total daya yang terpasang sebesar 317 Megavolt Ampere (MVA) dan total konsumsi listrik mencapai 153,59 GWh I MMP I dok PLN

Penjualan listrik yang tumbuh sebesar 5,36%, dari 273,76 TWh di tahun 2022 menjadi 288,44 TWh pada tahun 2023, memberikan kontribusi paling besar terhadap pendapatan. Hal ini menyebabkan pendapatan dari tenaga listrik di tahun 2023 meroket hingga Rp333,19 triliun, meningkat dari tahun lalu sejumlah Rp22,13 triliun.

Baca juga:

Pengguna Motor Listrik Akui Hemat Jelajahi Jogja-Pacitan Habiskan 15 Ribu Rupiah

“Kami aktif mengamati dan merespons langsung terhadap kebutuhan pelanggan, memastikan PLN mampu memenuhinya dengan cepat,” jelas Darmawan lagi.

Sektor bisnis dan industri memberikan kontribusi penjualan listrik terbesar yaitu 145,70 TWh, naik sebesar 6,69 TWh dari tahun 2022. Disusul oleh sektor rumah tangga yang mengalami peningkatan sebanyak 6,24 TWh menjadi 122,34 TWh, dan sektor lainnya mengalami kenaikan 1,75 TWh menjadi total 20,4 TWh.

Kenaikan penjualan listrik ini tak lepas dari strategi pemasaran inovatif yang dijalankan oleh PLN. Dengan strategi pemasaran yang giat, PLN memastikan untuk terus memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap konsumsi listrik yang terus bertambah.

Baca juga:

Gaikindo Ajak semua pihak Ambil Bagian Atasi Polusi Udara Bukan salahkan Mobil

PLN terus mendorong pelanggan melalui program promosi biaya tambah daya sehingga memfasilitasi mereka untuk meningkatkan penggunaan listrik secara produktif. Selain itu, PLN menawarkan program captive power untuk mengundang pelanggan dari sektor bisnis dan industri agar meninggalkan pembangkit listrik pribadi mereka dan beralih ke layanan PLN. Berkat serangkaian upaya intensifikasi ini, PLN berhasil meraih peningkatan penjualan hingga 9,99 TWh.

Darmawan menegaskan, “Kami telah melaksanakan digitalisasi di seluruh proses bisnis kami dari hulu ke hilir, meliputi pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga layanan pelanggan. Ini meningkatkan keandalan layanan listrik kami, membangun kepercayaan pelaku usaha terhadap efisiensi dan keandalan listrik kami.”

Melalui strategi ekstensifikasi, PLN berhasil membuka peluang pasar baru dan memenuhi kebutuhan listrik di berbagai wilayah, menyebabkan peningkatan penjualan listrik sebesar 4,68 TWh.

Baca juga:

Menko Hadi sebut Kapolri dan Jaksa Agung Kondusif

Darmawan menyampaikan, “Kami telah mengubah pendekatan layanan kami yang semula pasif dan kaku menjadi lebih aktif, dinamis, dan cepat tanggap.” terangnya.

Dengan strategi ekstensifikasi, PLN terus berinovasi dengan mengembangkan layanan elektrifikasi di sektor pertanian dan kelautan. Hingga Desember 2023, PLN berhasil melayani sektor-sektor ini dengan total daya yang terpasang sebesar 317 Megavolt Ampere (MVA) dan total konsumsi listrik mencapai 153,59 GWh.

“Kami bertujuan agar listrik menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat, mengajak sektor pertanian untuk berinovasi dengan teknologi listrik sehingga modernisasi dapat meningkatkan produktivitas mereka dibanding penggunaan energi fosil,” kata Darmawan.

PLN juga giat dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik. Sepanjang 2023, jumlah instalasi home charging mencapai 9.393 unit, meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah SPKLU mencapai 624 unit, juga meningkat signifikan. Pertumbuhan infrastruktur tersebut menyebabkan lonjakan konsumsi listrik untuk kendaraan listrik menjadi 5.401 MWh, yang menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.

Baca juga:

Peminat Kendaraan Listrik Meningkat mencapai 20 Ribu, PLN Perkuat Infrastruktur Pengisian Daya

Upaya PLN dalam mempercepat penyambungan layanan listrik kepada pelanggan baru terbukti berhasil meningkatkan penjualan di tahun 2023. Dalam tahun tersebut, PLN mencatatkan penambahan 3,5 juta pelanggan baru.

Darmawan menekankan, “Kami aktif mengoptimalkan proses bisnis kami dari awal hingga akhir, menunjukkan komitmen kami dalam meningkatkan kepuasan pelanggan.”

Kenaikan pendapatan PLN tidak hanya berasal dari penjualan listrik, tapi juga dari ekspansi bisnisnya ke sektor lain di luar penjualan kWh. Beberapa usaha tersebut mencakup penyediaan energi primer untuk pembangkit swasta, layanan jaringan telekomunikasi, pemeliharaan fasilitas kelistrikan, penyewaan peralatan kelistrikan, hingga penyediaan layanan kajian proyek kelistrikan untuk berbagai badan usaha.

Baca juga:

Memahami Kepercayaan Bersama Pasangan

Darmawan menjelaskan, “Kami mengubah paradigma pengembangan bisnis kami dari yang semula statis dan retrospektif menjadi lebih ekspansif, dinamis, dan berorientasi ke depan.” tandasnya.

Sepanjang 2023, pendapatan dari sektor bisnis di luar penjualan listrik, atau beyond kWh, berhasil mencatatkan angka Rp10,27 triliun. Ini merupakan lonjakan signifikan sebesar 52,57% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp6,73 triliun.(ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *