Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Hukrim

Operasi Skala Besar di Surabaya Amankan Sejumlah Pelanggar Ketertiban Umum

546
×

Operasi Skala Besar di Surabaya Amankan Sejumlah Pelanggar Ketertiban Umum

Sebarkan artikel ini

Cipta Kondisi Ramadan 2023

amankan-sejumlah-pelanggar-ketertiban-umum
Operasi cipta kondisi berskala besar selama Bulan Suci Ramadan 2023 di Surabaya, petugas gabungan berhasil mengamankan 9 orang karena mengganggu ketertiban umum (trantibum) I MMP I dok.
mediamerahputih.id – Operasi cipta kondisi berskala besar selama Bulan Suci Ramadan 2023 di Surabaya, petugas gabungan berhasil mengamankan sejumlah orang karena mengganggu keamanan dan ketertiban umum (trantibum) di Kota Pahlawan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, sebanyak 9 orang diamankan oleh tim personel gabungan saat menggelar operasi cipta kondisi berskala besar, Sabtu (25/3/2023) malam.

“Kita mengamankan yang ada di Satpol PP ada 9 orang, yang 4 orang perang sarung, dan 5 orang melakukan balap liar. Ini dari hasil jangkauan yang kita lakukan di empat wilayah, yakni Surabaya bagian utara, selatan, barat, dan timur,” jelas Eddy, Minggu (26/3/2023).

amankan-sejumlah-pelanggar-ketertiban-umum

Baca juga : Cipta Kondisi Ramadhan 2023, Surabaya Gelar Operasi Skala Besar

Selain itu, juga terdapat beberapa pelanggar trantibum yang diamankan di Polsek maupun di Polrestabes Surabaya.

“Kalau yang diamankan di polsek itu kemarin juga ada karena sudah kriminal. Sebab, mereka sudah melukai orang. Jadi kita mengamankan sesuai dengan lokasi yang terdekat, supaya lebih mudah untuk pelaksanaan tindak lanjutnya,” katanya.

Eddy mengaku, sejak Desember 2022, pihaknya bersama personel gabungan TNI-Polri, dan Garnisun terus menggelar operasi cipta kondisi. Kegiatan ini dilakukan mulai Senin-Minggu. Namun, setiap Senin-Kamis operasi gabungan dilakukan dengan skala sedang.

Baca juga : Remaja yang Terjaring Patroli Cipta Kondisi di Kirim ke Liponsos

77 Remaja Terjaring Razia Siap Masuk Sekolah Wawasan Kebangsaan

“Untuk Jumat malam dan Sabtu malam skala besar. Semalam kita laksanakan skala besar dan lebih besar daripada sebelumnya karena mulai dari Ramadan pertama sampai saat ini, ditemukan banyak remaja yang  melakukan aktivitas gangguan ketertiban,” ungkapnya.

Sejak hari Bulan Suci Ramadan, ia menjelaskan bahwa muncul kembali fenomena perang sarung antar remaja. Bahkan, di awal Bulan Suci Ramadan di Kota Surabaya, sudah terjaring beberapa  remaja yang diduga telah melakukan aktivitas perang sarung.

“Nampaknya setiap Ramadan dan tahun ini muncul lagi, pengakuan yang tertangkap di Satpol, alibinya adalah mencari makan sahur. Tapi  ikut-ikutan perang sarung,” jelasnya.

Remaja yang diamankan oleh Satpol PP Surabaya rata-rata berusia 15-18 tahun. Saat operasi cipta kondisi pada Kamis (23/3/2023) malam, sebanyak 5 remaja telah diamankan. Kemudian, pada Jumat (24/3/2023) malam, sebanyak 7 remaja juga telah diamankan. Saat diamankan, para remaja kedapatan membawa sarung yang didalamnya sudah diikat dengan batu atau besi.

“Alhamdulillah dengan operasi yang kita lakukan itu bersama-sama dengan kepolisian, Garnisun itu eskalasinya menurun. Hasil tadi malam lebih menurun daripada Jumat malam. Karena Jumat malam ada korban yang harus dirawat dirumah sakit,” terangnya.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh elemen masyarakat bisa turut berpartisipasi dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum. Seperti memberikan informasi melalui command center 112, apabila mengetahui aktivitas warga pada malam hari yang bersifat mengganggu dan membahayakan.

“Misalnya perang sarung, tawuran, balap liar, atau pesta minuman keras. Maka partisipasi warga bisa berupa informasi melalui 112, sehingga penanganannya tidak terlalu lama dan efektif,” ujarnya.

Baca juga : Berantas Gangster dan Tawuran, Wali Kota Eri: Semua Wilayah Kecamatan Harus Ada Patroli Selama 24 jam

Meski begitu, Eddy memastikan, setiap hari Satpol PP Surabaya bersama tim personel  gabungan selalu melaksanakan operasi cipta kondisi asuhan rembulan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi warga maupun remaja, yang  melakukan aktivitas mengkhawatirkan pada malam hari di Bulan Suci Ramadan.

“Alhamdulillah dengan Pak Kapolrestabes (Pasma Royce) yang baru ini kita bersinergi dengan luar biasa, sehingga umat muslim bisa melaksanakan ibadah dengan tenang tanpa gangguan apapun. Bahkan, sudah kita jadwalkan sampai dengan nanti malam lebaran itu, ada kegiatan-kegiatan yang harus kita lakukan dalam rangka pengamanan kota,” ungkapnya.

Eddy juga mengakui sebenarnya setiap hari Satpol PP Surabaya selalu melaksanakan operasi cipta kondisi asuhan rembulan mulai hari Senin-Minggu. Namun, khusus untuk  hari Jumat malam dan Sabtu malam selalu dilakukan operasi skala besar dengan personel gabungan.

Ia operasi skala besar itu, pertugas gabungan menyebar ke 4 tim wilayah, yaitu wilayah timur, barat, selatan dan utara. Bahkan, di 31 kecamatan se-Kota Surabaya.

Eddy menambahkan, semua warga sebenarnya boleh masuk ke Kota Surabaya. Namun, kalau ada yang membuat onar dan membuat kerusuhan di Surabaya, ini yang akan diantisipasi dan dilakukan penertiban. “Mari kita sama-sama menjaga Kota Surabaya supaya selalu aman dan tentram,” pesannya.(tio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *