Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Hukrim

Stok Solar Dibatasi 8.000 Liter/per hari Polisi Perketat Pengawasan Selama Ramadan

1
×

Stok Solar Dibatasi 8.000 Liter/per hari Polisi Perketat Pengawasan Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini

cegah penimbunan dan penyalahgunaan subsidi

stok-solar-dibatasi-8-000-liter-pengawasan-bbm
Petugas memeriksa proses pengisian distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Bio Solar kepada konsumen serta volume stok di tangki penyimpanan yang di salurkan melalui SPBU | MMP | dok Pertamina
mediamerahputih.id | SIDOARJO – Polresta Sidoarjo memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Bio Solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum selama Ramadan 1447 H, menyusul pembatasan stok solar harian maksimal 8.000 liter per SPBU. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat sekaligus mencegah penimbunan dan penyalahgunaan subsidi.

Langkah pengawasan dilakukan melalui inspeksi mendadak oleh Tim Tindak Pidana Tertentu Satreskrim pada Minggu (22/2/2026) di beberapa SPBU di wilayah Sidoarjo.

Baca juga :

Mantan Ketua HIPMI Terjerat Kasus Penipuan Tender Solar Industri Senilai Rp3,5 Miliar

Petugas memeriksa proses pengisian kepada konsumen serta volume stok di tangki penyimpanan. Hasil pemeriksaan tidak menemukan pelanggaran hukum, namun petugas menerima sejumlah keluhan pengelola terkait pembatasan distribusi Bio Solar.

stok-solar-dibatasi-8-000-liter-pengawasan-bbm
Pembatasan stok solar harian maksimal 8.000 liter per SPBU. Kebijakan ini diterapkan selama Ramadan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat sekaligus mencegah penimbunan dan penyalahgunaan subsidi | MMP | dok

Sementara pengelola SPBU Lebo, Toni, mengatakan pasokan solar kini dibatasi oleh Pertamina sehingga permintaan tambahan tidak dapat dipenuhi. Ia menjelaskan, jatah maksimal 8.000 liter per hari membuat stok sering habis sebelum hari berganti, terutama saat kebutuhan meningkat selama bulan puasa.

“Kita per harinya harus 8 ribu liter. Lebih dari itu tidak boleh,” ujarnya kepada petugas.

Baca juga :

Penyelundupan Solar Bersubsidi Bos PT Bentang Mega Nusantara jadi Terdakwa

Situasi tersebut berdampak langsung pada pengguna kendaraan diesel, termasuk sopir logistik dan pekerja lapangan, yang kerap datang lebih awal demi memastikan masih mendapatkan bahan bakar. Kondisi antrean di beberapa titik menjadi gambaran meningkatnya kebutuhan energi selama Ramadan.

Sementara Kanit Tipidter Satreskrim, Deckha Rian Embar, menegaskan pengawasan akan terus dilakukan untuk menjaga distribusi tetap tepat sasaran.

Baca juga :

Rawan Disalahgunakan, Subsidi Solar Harus Diawasi Ketat Pemerintah

Ia menyatakan pemeriksaan rutin bertujuan memantau ketersediaan stok sekaligus memastikan tidak ada praktik penimbunan yang merugikan masyarakat.

Secara umum, hasil pemantauan menunjukkan stok BBM bersubsidi di wilayah tersebut masih tergolong aman selama Ramadan meskipun distribusi Bio Solar dibatasi.

Baca juga :

Isu Etanol dalam BBM, Begini Tanggapan Pertamina

Kepolisian dan pengelola SPBU menyatakan koordinasi akan terus diperkuat agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengganggu stabilitas pasokan.(mi/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *