Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Pendidikan

Eri Cahyadi Canangkan Pendidikan Gratis di Surabaya SMA/SMK Mulai 2026

279
×

Eri Cahyadi Canangkan Pendidikan Gratis di Surabaya SMA/SMK Mulai 2026

Sebarkan artikel ini
pendidikan-gratis-untuk-jenjang-sma-smk
Wali Kota Eri Cahyadi usai blusukan di Siwalankerto dan Kutisari untuk mengecek beberapa titik pembangunan paving dan saluran baru. Dalam kesempatan itu ia menyinggung tengah menggagas program pendidikan gratis untuk jenjang SMA/SMK yang ditargetkan mulai diterapkan pada tahun 2026 I MMP I dok pemkot
mediamerahputih.id I SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi tengah menggagas program pendidikan gratis untuk jenjang SMA/SMK yang ditargetkan mulai diterapkan pada tahun 2026. Eri menekankan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengangkat derajat dan kesejahteraan warga Surabaya selain mencegah anak-anak putus sekolah karena kendala biaya.

Eri Cahyadi yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini berharap, pada tahun 2025 atau 2026, semua sekolah di Surabaya sampai jenjang SMA/SMK gratis. Ia menginginkan kesejahteraan bagi warga Surabaya.

Baca juga:

Pelajar Surabaya Sudah Gunakan Katepay, Jajan di Kantin Sekolah Cukup dengan Uang Elektronik

“Karena ini masalahnya kan SMA bukan kewenangan pemerintah kota, masih ada anak-anak tidak bisa bayar ujian atau ijazah yang ditahan. Dari pengalaman tahun 2024 itu nanti kita akan koordinasi dengan pemerintah provinsi,” katanya.

pendidikan-gratis-untuk-jenjang-sma-smk

Ia mengharapkan agar pelajar SMA/SMK sederajat yang telah menerima intervensi dari pemerintah kota agar tidak ditarik lagi biaya sekolah. Misalnya terkait dengan uang gedung dan sebagainya. Untuk mewujudkan hal itu, tentu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah kota dan provinsi.

Baca juga:

Eri Cahyadi Tebus Ijazah Pelajar SMA yang Nunggak Senilai Rp1,7 Miliar

“Tentu, ini membutuhkan kolaborasi. Jika kami terus menanggung biayanya tetapi masih ada pungutan uang gedung, itu akan menyulitkan. Orang miskin atau yang tidak punya uang tetap tidak bisa membayarnya. Maka dari itu, dibutuhkan komitmen yang kuat. Saya selesaikan dulu infrastruktur kampung, baru kemudian melangkah ke pendidikan gratis SMA. Jika semuanya dikerjakan sekaligus, tidak akan mungkin terlaksana,” tuturnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini menyadari, bahwa APBD tidak akan cukup menyelesaikan seluruh permasalahan kota. Misalnya pemkot menganggarkan lebih dari Rp500 miliar hanya untuk membiayai pengobatan gratis warga Surabaya melalui BPJS Kesehatan.

Baca juga:

Mengharukan Tebus 529 Ijazah Pelajar SMA/SMK Swasta se-Surabaya

Dengan demikian program ini, Eri Cahyadi berharap dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Surabaya dan memastikan bahwa pendidikan menjadi hak yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat

“Karena itu, kita tidak bisa menangani semuanya sekaligus, tetapi kita harus menentukan mana yang harus diprioritaskan,” jelasnya.(ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *