Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Berita Terbaru

Penataan Taman Tengah Kota Bakal Libatkan Warga

405
×

Penataan Taman Tengah Kota Bakal Libatkan Warga

Sebarkan artikel ini

Merah Putih I SURABAYA- Setelah melakukan pengecekan saluran air di Jalan Praban, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi bergegas menuju ke Taman Bungkul. Di lokasi, ia bersama jajaran Kepala PD termasuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Hebi Agus Djuniantoro menilik taman tengah kota di Jalan Raya Darmo, kemarin (18/7/2022).

Di taman tersebut, Eri Cahyadi bersama Kepala DLH Surabaya Hebi Agus Djuniantoro agar pepohonan di sepanjang Jalan Raya Darmo itu dirapikan, agar tidak terkesan seperti hutan. Pepohonan yang menjulang tinggi itu menurutnya menghalangi pemandangan dan Taman Bungkul di seberangnya terhalangi.

“Nggak kelihatan kan nggak enak. Tapi bagaimana orang Surabaya itu kalau lewat jalan itu bisa menikmati tamannya. Jadi nanti yang tinggi – tinggi tetap besar, sebagian dipangkas agar ada kombinasinya agar tidak terkesan penuh,” pinta ia.

Selain rapi dan indah, Eri juga ingin fungsi taman itu untuk menyerap polusi agar udara di Surabaya tetap bersih. Agar penampilan taman tengah kota itu lebih sedap dipandang, ia ingin ada hiasan berupa lampu di sepanjang jalan menuju ke dalam Kota Surabaya.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menyebutkan, terlebih dahulu menata taman kota yang ada di sepanjang Jalan Raya Darmo, mulai dari depan Masjid Al-Falah hingga ke depan Taman Bungkul. Setelah pembuatan taman di Jalan Raya Darmo Sukses, ia akan menerapkannya di sepanjang Jalan Ahmad Yani.

“Nanti kita uji coba dulu, juga tambahkan seperti lampu – lampu sorot di Jalan Raya Darmo. Sehingga ketika orang melintas masuk ke dalam kota bisa menikmati keindahan jalan, taman dan pedestriannya bagus,” sebut Cak Eri.

Cak Eri menjelaskan, penataan taman itu nantinya akan melibatkan perguruan tinggi dan dikerjakan pada pertengahan bulan Juli 2022. Konsep taman itu, ia juga akan melibatkan warga Surabaya sebagai bentuk meningkatkan rasa kegotongroyongan.

“Jadi bukan hanya perguruan tinggi, warga turut kami libatkan, berpartisipasi dalam bagian pembangunan Kota Surabaya. Saya harap rasa gotong royong di kota ini terus muncul,” tuturnya. (ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *