Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Berita Terbaru

Para Pemilik Stand UMKM di THP Kenjeran Ngaku Ketiban Rezeki dari Acara “Rek Ayo Rek”

437
×

Para Pemilik Stand UMKM di THP Kenjeran Ngaku Ketiban Rezeki dari Acara “Rek Ayo Rek”

Sebarkan artikel ini

Merah Putih I SURABAYA- Pelaksanaan kegiatan “Rek Ayo Rek” (Rekreasi Kader Suroboyo Hebat bareng Cak Eri dan Ning Rini), yang digelar di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Jumat (9/9/2022). Ternyata ketiban rezeki bagi para pelaku UMKM, mereka mengaku meraup omzet jutaan rupiah.

Acara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indryani itu selain sebagai wujud terima kasih Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya atas peran KSH menjadi garda terdepan untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran .

“Otomatis dengan acara ini para UMKM sangat terbantu. Rata-rata pendapatan mereka cukup lumayan, hampir sama dengan pendapatan saat akhir pekan. Terima kasih kepada para KSH yang sudah ikut meningkatkan pendapatan dari pelaku usaha. Serta, ikut membantu mempromosikan objek wisata THP Kenjeran,” terang Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Obyek Wisata THP Kenjeran, Rusdi Ismet.

Menurut Ismed sapaan lekatnya, untuk satu stand UMKM, mereka bisa membawa pulang omzet mulai dari Rp 2 – Rp 5 juta dalam satu hari. Dengan total 197 stand UMKM yang terdiri dari stand kuliner, makanan ringan, hingga souvenir.

“Seperti di stand kuliner, kerupuk atau ikan asin, mereka ada yang mendapatkan omzet mulai Rp 2 juta. Ada yang Rp 3 – Rp 5 juta. Alhamdulilah selama ada cara ini berlangsung, sangat menunjang usaha UMKM di THP Kenjeran,” tandasnya.

Di acara “Re Ayo Rek” kali ini, dihadiri 4.635 KSH yang berasal dari Kecamatan Wonocolo, Tenggilis Mejoyo, Gubeng, Bubutan, Mulyorejo, dan Wiyung. Disana, para KSH bisa bersantai sambil menikmati kuliner.

Mulai dari Lontong Kupang, Lontong Balap, Rujak Cingur, ikan asap dan masih banyak lainnya. Bukan itu saja, juga disediakan beberapa hiburan di THP Kenjeran, seperti live musik juga permainan anak agar para KSH tidak bosan.

Terpisah, Tutik pemilik stand kerupuk di THP Kenjeran mengaku sangat merasa senang dengan kegiatan yang diadakan oleh Pemkot Surabaya. Sebab, selama tiga hari pelaksanaan kegiatan “Rek Ayo Rek” ini, ia bisa mendapat omzet mencapai Rp 5 juta per hari.

“Senang sekali karena banyak rombongan KSH. Alhamdulilah tiga hari ini ramai terus, omzet saya dalam satu hari hampir mencapai Rp 5 juta per hari,” kata Tutik.

Senada dengan hal tersebut, Fauziah pemilik stand kuliner juga mengaku bahwa para pemilik stand kuliner di THP Kenjeran mendapat tambahan penghasilan. Selama tiga hari berturut-turut, stand miliknya selalu ramai dikunjungi oleh para KSH. Untuk satu hari saja, ia bisa mendapat omzet mencapai Rp 3 juta per hari.

“Matur nuwun Pak Eri Cahyadi, masyarakat bisa menjadi lebih tahu THP Kenjeran yang baru saat ini, karena penghasilan warga sekitar dari objek wisata disini. Alhamdulilah, Pak Eri membantu pendapat kami, satu hari saja omzet mencapai Rp 3 juta per hari,” ujar Fauziah.

Tak jauh berbeda dengan Tutik dan Fauziah, pemilik stand souvenir, Suharnik mengaku ada kemajuan pendapatan selama gelaran “Rek Ayo Rek” berlangsung. Di stand miliknya, para KSH menyerbu topi pantai. Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, mulai dari Rp 30 – Rp 60 ribu.

“Alhamdulilah ada kemajuan selama tiga hari, iya bisa mencapai Rp 2 juta. Mudah-mudahan semua penjual dagangannya laris semua,” pungkasnya.

Sebagai diketahui, kegiatan “Rek Ayo Rek” akan dilaksanakan hingga  7 hari, dengan mengundang para KSH dari seluruh Kecamatan di Kota Surabaya di dua lokasi berbeda. Yakni, di THP Kenjeran dan kawasan Eco Wisata Romokalisari (jis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *