Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Kriminal

Dirudung Cemburu Kasmono Bacok Anak Kosnya Sendiri

461
×

Dirudung Cemburu Kasmono Bacok Anak Kosnya Sendiri

Sebarkan artikel ini

cemburu berakhir di Bui

JPU Robiatul Adawiyah mengahadirkan saksi korban M. Ardiansyah untuk memberikan keterangannya yang menimpa dirinya atas pembacokan yang dilakukan terdakwa Kasmono, di PN Surabaya, Selasa (14/2) I MMP I Totok.
JPU Robiatul Adawiyah mengahadirkan saksi korban M. Ardiansyah untuk memberikan keterangannya yang menimpa dirinya atas pembacokan yang dilakukan terdakwa Kasmono, di PN Surabaya, Selasa (14/2) I MMP I Totok.

mediamerahputih.id I SURABAYA – Akibat cemburu buta, Kasmono kini mendekam di penjara. Ia diseret Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya ke pengadilan lantaran harus mempertanggung jawabkan prilakunya usai membacok anak kosnya sendiri, M. Ardiansyah di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (13/02/2023).

Dalam sidang kali ini, JPU Robiatul Adawiyah mengahadirkan saksi M. Ardiansyah.

Ardiansyah mengatakan, bahwa saat berbincang dengan istri Kasmono yang merupakan ibu kosnya. Dalam percakapannya itu, ia memprotes bila kondisi kamar kosnya semakin lapuk. Baik cat, bangunan, maupun langit-langit.

“Saya sebenarnya gak tahu masalahnya apa, saya kan minta tolong sama istrinya Kasmono, kan saya ngekos di rumahnya. Itu saya komplain karena kosnya kan suram, saya minta tolong ke istrinya,” kata Ardiansyah saat dihadirkan dalam sidang di Ruang Garuda, PN Surabaya.

Mengetahui hal itu, Kasmono langsung emosi. Lantas ia berteriak-teriak dan menghampiri istrinya dan Ardiansyah.

“Pas Kasmono pulang, pandangannya gimana gitu, dikira saya godain istrinya, dia datang membawa parang,” ujarnya.

Sontak ketakutan, Ardiansyah berupaya melarikan diri dengan cara sembunyi ke dalam kamar kosnya. Sambil menggedor-gedor pintu kosnya, rupanya Kasmono membawa sebilah parang.

Saat itu, yang membukakan pintu adalah putranya, Eko Supriyo. Lantas, ia menanyakan dalam keadaan emosi dimana keberadaan Ardiansyah.

“Saya sempat bukakan pintu bapak saya (Ardiansyah) sama dia (Kasmono),” imbuhnya.

Namun, Eko berusaha menenangkan Kasmono. Meski begitu, Kasmono memaksa naik ke lantai 2, ketika terdakwa berada di tangga antara lantai 1 dan lantai 2.

Di saat itu, Kasmono bertemu dengan Ardiansyah. Seketika, ia menyabetkan sebilah parang yang digenggamnya.

Ardiansyah kemudian berusaha menghindar dengan naik ke atas, namun Kasmono malah kembali mengejar dan menyabetkan parang lagi. Sabetan itu melukai pelipis sebelah kiri Ardiansyah.

Merasa terancam, Ardiansyah lari dan masuk ke dalam kamar. Seketika, itu juga, Ardiansyah memiting leher Kasmono dari belakang. Pertikaian diantara keduanya pun tak terelakkan.

Lalu, Ardiansyah menanyakan mengapa Kasmono mau membunuhnya. Namun, Kasmono tidak menjawab.

Akibat terluka, Ardiansyah langsung lari turun menuju rumah Ketua RT, Wanuri untuk mencari pertolongan. Di sana, ia langsung dilarikan ke Klinik Nur Medika Simo Kalangan Surabaya. Selesai mendapatkan pertolongan, Ardiansyah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukomanunggal.

Perbuatan Kasmono pun didakwa dan diancam Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan. Di hadapan Ketua Majelis Hakim, Suparno, Kasmono mengaku khilaf.

Ia merasa cemburu ada pria lain yang berusaha selingkuh dengan istrinya. “Saya cemburu pak, itu (parang) bawa dari rumah, saya bacok dia 1kali, luka pak bagian pelipis,” tutupnya.(tio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *