mediamerahputih.id | SURABAYA – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran mendorong Pemkot Surabaya mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi warganya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meminta warga Surabaya menunda perjalanan ke luar negeri untuk sementara waktu hingga situasi dinilai lebih aman.
Imbauan tersebut disampaikan setelah pemkot menggelar rapat internal guna membahas langkah antisipasi terhadap perkembangan konflik di kawasan tersebut.
Baca juga :
Eri Cahyadi Pastikan beri Bantuan UKT Mahasiswa PTS Keluarga Miskin Desil 1–5
“Untuk warga Surabaya yang hari ini ketika kondisi Timur Tengah lagi agak panas begini, ada perang, maka saya berharap warga Surabaya untuk tidak ke luar negeri dulu ketika ada suasana seperti ini,” ujar Eri, Selasa (3/3/2026).

Situasi di Timur Tengah memanas setelah AS – Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, pada Sabtu (28/2/2026). Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil dan meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan.
Baca juga :
Selama Ramadan 1447 H, Sekolah di Surabaya Fokus Pendidikan Karakter
Selain mengimbau warga yang berada di dalam negeri, Pemkot Surabaya juga memberi perhatian kepada warga Surabaya yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah. Eri meminta mereka meningkatkan kewaspadaan serta memantau perkembangan situasi setempat.
“Warga Surabaya yang ada di Timur Tengah dengan adanya kejadian seperti ini, saya berharapnya hati-hati,” katanya.
Baca juga :
Menurut Eri, dinamika konflik bersenjata sulit diprediksi karena serangan dapat terjadi sewaktu-waktu di berbagai titik. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya mengutamakan keselamatan dan tidak menganggap remeh kondisi yang sedang berkembang.
“Karena memang perang ini tidak bisa diprediksi, ada serangan-serangan di Timur Tengah. Jadi warga Surabaya tetap berhati-hati,” tuturnya.
Baca juga :
Kasus Pengoplosan Elpiji Subsidi 3 Kg Jadi 12 Kg Pembeli Ngaku Tergiur Harga Murah
Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Surabaya juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Kementerian Agama Surabaya untuk mendata jumlah warga Surabaya yang berada di kawasan terdampak konflik.
“Kita koordinasi dengan Kantor Kemenag Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Agama agar mengetahui jumlah warga Surabaya yang ada di sana,” tandas Eri.(ton)





