mediamerahputih.id | SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memprioritaskan penanganan genangan air di Jalan Tanjungsari, Kecamatan Sukomanunggal, sebelum merealisasikan peningkatan kualitas dan penguatan struktur jalan di kawasan tersebut. Langkah ini ditempuh menyusul keluhan warga dan pelaku usaha atas kerusakan jalan yang kerap terjadi akibat banjir meski hujan turun dalam intensitas ringan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan kawasan Tanjungsari memang mendapat perhatian khusus pada 2026. Menurutnya, persoalan genangan menjadi akar masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu agar perbaikan jalan tidak bersifat sementara.
Baca juga :
Perbaikan Jalan Berlubang Tembus 60 Ton Hotmix Dengan Anggaran Rp40 M
“Kawasan Tanjungsari Surabaya itu memang mendapat perhatian khusus. Untuk tahun ini karena di sana kalau sedikit hujan, itu banjir, jadi kita selesaikan dulu genangannya,” ujar Syamsul, Sabtu (28/2/2026).
Ia menegaskan, pengaspalan tidak akan efektif apabila genangan air belum tertangani secara menyeluruh. Jalan yang baru diperbaiki berpotensi kembali rusak jika air masih kerap menggenang.
“Karena nanti kalau diaspal, kalau tetap ada genangan, (jalan) masih tetap rusak terus,” kata mantan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya itu.
Baca juga :
Pengusaha Surabaya Diminta Lapor Satgas Penanganan Premanisme Jika Diganggu Preman
Setelah persoalan banjir tertangani, Pemkot Surabaya merencanakan pembangunan jalan dengan konstruksi rigid beton di Jalan Tanjungsari. Kebijakan ini mempertimbangkan karakteristik lalu lintas di kawasan tersebut yang didominasi kendaraan berat serta keberadaan area industri.

“Jadi di Tanjungsari itu memang rencananya akan di-rigid beton, karena di sana juga yang melintas kendaraan-kendaraan berat dan ada kawasan industri juga di sana,” jelasnya.
Baca juga :
Minta Pengerjaan Saluran Dikebut, Wali Kota Eri: Metode Zaman Lawas kok Digawe ae
Saat ini, fokus pemerintah adalah membangun infrastruktur pengendali banjir secara permanen. Di antaranya pembangunan box culvert berukuran besar dan rumah pompa untuk mempercepat aliran air dari kawasan Tanjungsari.
“Sementara kita selesaikan banjirnya dulu di tahun 2026 ini, karena di sana akan dibangun box culvert besar-besar. Termasuk ada rumah pompa juga untuk mengalirkan air dari kawasan Tanjungsari,” ungkap Syamsul.
Baca juga :
Pemkot memastikan, setelah genangan dapat diatasi, proyek rigid beton di Jalan Tanjungsari akan segera direalisasikan. “Kalau akhirnya sudah bisa kita selesaikan, insyaallah yang rigid-nya itu kita realisasikan,” pungkasnya.(ton)





