Scroll untuk baca artikel
Iklan MMI
Iklan MMI
Pendidikan

Eri Cahyadi Ajak Mahasiswa Surabaya Jadi Pebisnis

28
×

Eri Cahyadi Ajak Mahasiswa Surabaya Jadi Pebisnis

Sebarkan artikel ini
eri-cahyadi-ajak mahasiswa-jadi-pebisnis
Saat menjadi pembicara dalam seminar Entrepreneur Day di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Jumat (13/02). Eri Cahyadi menyinggung kewirausahaan menjadi bekal penting di tengah persaingan kerja yang kian ketat dan perubahan teknologi yang cepat | MMP | dok pemkot
mediamerahputih.id I SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi mengajak mahasiswa berani memulai bisnis sejak dini untuk memperkuat mental dan kesiapan menghadapi dunia kerja, saat menjadi pembicara dalam seminar Entrepreneur Day di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Jumat (13/2). Ia menilai kewirausahaan menjadi bekal penting di tengah persaingan kerja yang kian ketat dan perubahan teknologi yang cepat.

Dalam seminar bertajuk Empowering Young Entrepreneurs to Shape the Future di ruang K.R.T. Fadjar Notonegoro FEB, Eri menegaskan kehidupan setelah lulus kuliah jauh lebih berat dibanding masa studi. Karena itu, mahasiswa perlu membangun karakter kuat melalui pengalaman berbisnis agar terbiasa berinteraksi, mengambil keputusan, dan menghadapi risiko.

Baca juga :

18 Tiang Kabel Fiber Optik Ilegal di Panjang Jiwo Dicabut Satpol PP

Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, sebagai peluang. Menurutnya, transformasi digital akan melahirkan jenis pekerjaan baru menjelang 2030 sehingga generasi muda harus adaptif membaca peluang usaha sejak masih di bangku kuliah.

eri-cahyadi-ajak mahasiswa-jadi-pebisnis
Berani berinovasi dan mengambil risiko agar generasi muda mampu menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar mencari pekerjaan | MMP I dok

Eri yang juga menjabat Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia memaparkan rasio wirausaha di Indonesia saat ini sekitar 3,47 persen, masih di bawah kebutuhan negara maju seperti Amerika Serikat yang memerlukan sedikitnya 10 persen pengusaha untuk menopang ekonomi.

Baca juga :

Ini Skema Baru Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya untuk SMA Sederajat

Rendahnya angka tersebut, kata dia, dipengaruhi pola pikir zona nyaman di kalangan anak muda yang cenderung memilih pekerjaan bergaji tetap.

Fenomena itu, lanjutnya, harus diubah dengan menumbuhkan keberanian berinovasi dan mengambil risiko agar generasi muda mampu menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar mencari pekerjaan. Ia mengaku prihatin ketika masih banyak lulusan yang menanyakan lowongan kerja kepadanya setelah wisuda.

Baca juga :

Pembatasan Gawai di Sekolah Surabaya Diklaim Mulai Berdampak Siswa Lebih Fokus

Di sisi lain, Pemkot Surabaya disebut terus mempercepat program penguatan ekonomi lokal, antara lain menyediakan 133 aset pemkot untuk lokasi usaha UMKM serta mengembangkan platform digital E-Peken yang mencatat transaksi Rp219,3 miliar sejak Oktober 2021 hingga Januari 2026.

Baca juga :

Eri Cahyadi Pangkas Beasiswa Pemuda Tangguh Karena Banyak Anak Pejabat Jadi Penikmat

Pemkot juga berencana mengalokasikan anggaran Rp5 juta per bulan bagi kegiatan pemuda di setiap RW guna mendorong inovasi ekonomi di tingkat lingkungan. Melalui kolaborasi dengan kalangan kampus, Eri berharap mahasiswa FEB dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru dan memperluas penciptaan lapangan kerja di masa depan. (ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *