mediamerahputih.id | SURABAYA – Pemkot Surabaya mempercepat penanganan jalan berlubang dengan mengerahkan sembilan tim satuan tugas (Satgas) yang setiap hari mampu menghabiskan hingga 60 ton hotmix. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan gangguan aktivitas warga sekaligus menekan risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan di berbagai titik kota.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan percepatan perbaikan jalan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Baca juga :
Dugaan Maladministrasi dalam Pengadaan E-Purchasing di DSDABM Surabaya
Ia menjelaskan bahwa di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) terdapat Satgas khusus perbaikan jalan yang bekerja seperti tim drainase, sehingga laporan kerusakan dapat langsung ditindaklanjuti tanpa menunggu lama.
Menurut Syamsul, sembilan tim tersebut terbagi dalam lima rayon dan berpatroli setiap hari memantau kondisi jalan. Begitu ditemukan lubang atau kerusakan, laporan segera diproses dan tim langsung turun ke lokasi agar masyarakat tidak terlalu lama terdampak gangguan mobilitas.
Baca juga :
Selain patroli lapangan, Satgas juga aktif memantau laporan warga melalui berbagai kanal resmi. Informasi dari masyarakat menjadi salah satu sumber utama penentuan prioritas penanganan, terutama pada titik jalan dengan tingkat kerusakan tinggi atau lalu lintas padat.

Dari sisi pembiayaan, Syamsul memastikan anggaran pemeliharaan rutin jalan tahun ini sekitar Rp40 miliar, relatif sama dengan tahun sebelumnya. Dana tersebut dialokasikan tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur baru, tetapi juga perawatan berkala agar kondisi jalan tetap layak dilalui.
Baca juga :
Kepala DSDABM Surabaya, Hidayat Syah, menambahkan bahwa respons lapangan dilakukan secepat mungkin tanpa menunggu batas waktu tertentu. Begitu ada laporan atau temuan, tim langsung diarahkan ke lokasi agar kerusakan tidak meluas dan membahayakan pengguna jalan.
Ia menyebut jumlah tim telah ditingkatkan untuk memperkuat respons cepat, termasuk pembentukan Unit Reaksi Cepat serta penambahan tiga tim malam hari selama Ramadan. Peningkatan aktivitas masyarakat pada malam hari menjadi pertimbangan utama agar pelayanan tetap optimal.
Baca juga :
Kepala DSDABM Surabaya Pastikan Genangan Surut Kurang dari 20 Menit
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM, Dedy Purwito, menjelaskan setiap tim dilengkapi armada truk pengangkut hotmix, kendaraan pickup, serta peralatan pemadatan seperti stamper dan roller.
Dalam sehari, tiap truk dapat membawa sekitar delapan hingga sembilan ton material, sehingga total penggunaan hotmix seluruh tim mencapai sekitar 60 ton, tergantung tingkat kerusakan jalan.
Baca juga :
Survei DTSEN Sasar Perumahan Elite Target 181 Ribu KK Rampung Akhir Maret
Dedy menambahkan, percepatan perbaikan juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Warga diimbau melaporkan jalan rusak melalui aplikasi resmi pemerintah kota atau layanan darurat 112 agar tim dapat segera diturunkan ke lokasi dan penanganan dilakukan lebih cepat.(ton)





