mediamerahputih.id | JAKARTA – Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang dikenal luas sebagai Noe Letto resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya Dewan Pertahanan Nasional (DPN) di Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Pelantikan Sabrang Noe vokalis grup musik Letto tersebut menandai masuknya figur berlatar pemikiran lintas disiplin ke dalam struktur strategis pertahanan negara.
Pengangkatan Noe Letto tertuang dalam Keputusan Ketua Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025. Ia menjadi bagian dari jajaran tenaga ahli yang mengisi posisi Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda pada kedeputian bidang Geoekonomi, Geopolitik, serta Geostrategi.
Baca juga :
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, para tenaga ahli tersebut akan menempati posisi krusial untuk mendukung tugas-tugas Dewan Pertahanan Nasional. Menurutnya, pengangkatan ini merupakan langkah konkret Kemenhan dalam mengintegrasikan keahlian akademis dan praktis.

“Para tenaga ahli ini akan mengisi posisi strategis pada kedeputian bidang geoekonomi, geopolitik, dan geostrategi,” ujar Rico. “Pengangkatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pelaksanaan tugas Dewan Pertahanan Nasional,” lanjutnya.
Baca juga :
AMMI Nilai Kasus Ira Puspadewi, Lembong dan Eks Dirut PLN Batubara Berpotensi Pelanggaran HAM
Keterlibatan Noe Letto dinilai menghadirkan perspektif baru dalam penguatan strategi pertahanan nasional. Di mata publik, Noe dikenal sebagai figur unik yang memadukan peran musisi populer dengan pemikir kritis yang kerap mengajak masyarakat berpikir reflektif, tidak mudah terprovokasi, serta berani mempertanyakan hal-hal yang dianggap mapan.
Latar belakang intelektual Noe juga ditopang oleh pendidikan formal yang kuat. Ia tercatat menempuh pendidikan di University of Alberta, Kanada, sejak 1997 dan meraih gelar Bachelor of Science (B.Sc) pada 2003. Pendidikan tersebut berpadu dengan pembentukan intelektual di lingkungan keluarga, menjadikannya sosok yang menyeimbangkan seni dan rasionalitas.
Baca juga :
Noe Letto merupakan anak pertama budayawan dan cendekiawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun dari pernikahan pertamanya dengan Neneng Suryaningsih. Pengalaman hidup dalam lingkungan pemikiran kritis dan budaya turut membentuk karakter serta cara pandangnya hingga kini.
Dewan Pertahanan Nasional sendiri merupakan lembaga nonstruktural yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia. DPN dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 202 Tahun 2024 sebagai wadah perumusan kebijakan strategis pertahanan nasional.
Baca juga :
Ini Alasan PPATK Terkait Pemblokiran Rekening Nganggur atau Dormant
Adapun susunan tenaga ahli DPN Kemenhan terdiri atas Tenaga Ahli Utama, yakni Surachman Surjaatmadja, Ian Montratama, M. Abdul Kholiq, Agato P. P. Simamora, Achmad Rully, dan Filda Citra Yusgiantoro, Ph.D.
Tenaga Ahli Madya diisi oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh, Frank Alexander Hutapea, S.H., serta Dr. Ir. Jupriyanto.
Sementara posisi Tenaga Ahli Muda ditempati Santiaji Dyatmiko, Maundri Prihanggo, dan Muhammad Zulkarnain Maddatuang.(red/net)





