Pembangunan UPBJJ-UT Surabaya bersumber dari APBN

Tak 'Digubris' Segel DPRKPCKTR Surabaya, Pelaksanaan Proyek Berjalan


Kontraktor : Pelaksanaan Pembangunan UPBJJ-UT Surabaya Tahap I saat ini memindahkan tiang pancang, Selasa (28/9). | MMP / dms

Merah Putih | SURABAYA - Dari pemberitaan sebelumnya, yang bertajuk "Tak Ber-IMB Proyek Pembangunan Universitas Terbuka Surabaya Dihentikan" namun disayangkan proyek pendirian gedung UPBJJ-UT Surabaya Tahap I masih berlanjut.

Ironisnya, pagar non permanen berwarna biru ini, ada segel silang dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya bertuliskan "Perda No. 7 TH. 2009 Tanpa IMB" tak digubris, progres pekerjaan pembangunan masih tetap berjalan.

Seakan DPRKPCKTR Kota Surabaya tak memiliki 'taring' dalam penindakan.

Dari pantauan dan investigasi wartawan m.mediamerahputih.id dilapangan, saat ini, Selasa (28/9) kontraktor pelaksana masih bekerja terlihat alat berat (Crane) memindahkan tiang pancang, tampak pula papan nama proyek terpasang dari sebelumnya tidak dan pintu keluar - masuk (akses jalan sisi barat) pagar ditutup hanya menggunakan akses sisi timur.

Dhimas, Ketua Divisi Surabaya LSM MERAK mengatakan lebih tinggi mana, kedudukan undang-undang dasar atau kebijakan. "Biar sana bilang 'milik negara kembali ke negara' itu bahasa konotasi yang sering dipakai oknum pejabat untuk penyalahgunaan-wewenang. Ya begitulah.. 'mereka', kan berpendidikan, ya seharusnya sudah tau bagaimana SOP-nya!," ulasnya.

Saat ditanyai terkait perijinan nantinya apakah ada konspirasi sehingga muncul IMB?.

Tambah dia, mengatakan tunggu aja balas surat dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya. "Kami menghimpun data eigendom lahan tersebut, nanti pasti tau ada penyimpangan atau tidaknya," tegasnya dengan wajah tenang.

Ketika wartawan m.mediamerahputih.id konfirmasi kepada Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, melalui chat WhatsApp, sampai saat ini belum ada tanggapan. (jis/dms)