Strategi dan Antisipasi Pemerintah Hadapi Varian Mu Dipertanyakan!


Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay | MMP | dok.

Merah Putih | JAKARTA - Virus varian baru Mu telah menyebar ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Amerika Selatan, Eropa, Inggris dan Hong Kong dikabarkan sudah mulai terserang varian Mu tersebut.

Tentu hal ini perlu di antisipasi sedini mungkin agar tidak bermutasi penyebarannya masuk ke Indonesia. Untuk itu, anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay pun menanyakan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tentang  pelaksanaan strategi penangan pandemi Covid-19 varian baru yang terbagi menjadi empat upaya yaitu deteksi, terapeutik, vaksinasi dan perubahan perilaku.

Hal itu terungkap ketika Saleh rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri kesehatan dan Menteri Keuangan yang juga dihadiri oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Rapat kerja yang diselenggarakan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (13/9/2021).

Dalam pembahasan terkait evaluasi penanganan pandemi di bidang kesehatan dan strategi penguatan sistem kesehatan nasional itu, Saleh menanyakan langkah dari Kemenkes dalam antisipasi varian Mu tersebut.

“Saya ingin bertanya langkah deteksi dari peningkatan tes epidemiologi, ini pelaksanaannya seperti apa. Data yang didapat seperti apa. Apakah testing dilakukan secara teratur atau Kemenkes berharap testing datang dari masyarakat yang ingin berpergian keluar kota atau negeri (misalnya). Ini hal yang penting,” ujar Saleh.

Menurut ia,  terkait terapeutik, ada pengetatan syarat masuk RS bagi pasien Covid-19. Salah satu syaratnya adalah hanya pasien dengan saturasi kurang dari 95 persen yang bisa dirawat di RS.

“Apakah saturasi satu-satunya indikasi agar seseorang dapat dirawat di RS. Ini penting  karena ada keterkaitan dengan ketersediaan tempat tidur, pelayanan kesehatan dari tenaga medis, serta pemanfaatan isolasi terpusat,” tandas Saleh.

Dengan adanya varian baru Covid-19 serta data yang dipaparkan pemerintah tentang presentasi hasil tes positif dari WNI atau WNA yang masuk Indonesia, legislator Fraksi PAN itu meminta agar pemerintah meningkatkan deteksi di pintu masuk seluruh wilayah NKRI.

“Ada varian baru. Kemarin saat varian delta masuk, kita hampir luar biasa kerepotan. Saat ini ada varian baru yang tidak kalah agresifnya. Pengetatan perlu dilakukan di bandar udara, pelabuhan hingga perbatasan darat untuk mengantisipasi ini, jangan sampai sudah menyebar karena varian delta,” katanya.

Seperti diketahui, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengklaim pemerintah akan tetap mempertahankan strategi penangan pandemi Covid-19 yang terbagi menjadi empat upaya.

Kendati demikian, Gunadi mengaku penangan Covid-19 di Indonesia terus mengalami perbaikan, tetapi strategi yang akan digencarkan justru akan semakin diperkuat.

Pertama, dengan mengupayakan perilaku seluruh elemen baik masyarakat, pemerintah dan seluruh elemen lainnya dalam implementasi PPKM level 1-4 dengan memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam implementasi protokol kesehatan yang lini sektornya juga ada di BNPB.

Kedua, adalah deteksi diantaranya 3T dengan meningkatkan tes epidemiologi serta tes screening, kemudian meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, surveilans genomik di daerah berpotensi lonjakan kasus dan meningkatkan deteksi di pintu masuk.

Ketiga, adalah vaksinasi dengan alokasi vaksin 50 persen di daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi, sentra vaksinasi, syarat kartu vaksinasi dan percepatan vaksinasi pada kelompok rentan.

Keempat, upaya yang dilakukan adalah perawatan atau terapeutik dengan konversi tempat tidur 30-40 persen dari total kapasitas Rumah sakit serta pengetatan syarat masuk RS dengan saturasi kurang dari 95 persen atau sesak nafas dan tetap diawasi oleh tenaga kesehatan, aparat dan relawan.

“Adanya pergeseran dari perkembangan pademi baru-baru ini membuat strategi akan lebih fokus ke hulu, karena tekanan di RS sudah mulai turun dan memastikan prokes dan 3T terus diperkuat,” jelas ia.(red)