Miris Dipicu Utang Belum Dibayar, Anak Istri Diculik, Dianiaya dan Disekap


Ilustrasi penculian dan penyekapan Anak|MMP/Ist

Merah Putih | SURABAYA - Kejadian miris yang  tidak manusiawi itu bermula dari seorang bernama Andri warga Karangploso Malang yang memiliki tanggungan kepada Ronny, warga Kota Batu, Malang sebesar Rp.50 juta.

Karena kondisi pandemi berdampak pada sepinya pekerjaan yang dilakoni Andri, sehingga belum mampu melunasi pinjaman uang kepada Ronny. Namun apa yang terjadi, diduga Ronny yang selalu dan terbiasa memaksakan dengan cara kasar agar Andri segera membayar tanggungan utangnya tersebut. 

Hingga pada suatu ketika Ronny mendatangi rumah Andri bersama anak buahnya bernama Caesar mendatangi rumah Andri. Sesampainya di rumah Andri dan karena Andri tidak ada di rumahnya maka Ronny dan Caesar dengan paksa membawa Istri dan anak perempuan Andri yang berusia 14 tahun untuk di bawah ke rumah Ronny.

Selama di rumah Ronny Istri Andri diduga mendapatkan perlakuan kasar dan tidak manusiawi, ditendang, diancam golok dan dipukul memakai sandal. Parahnya lagi hanya diberikan makan sehari satu kali serta dikunci dari luar. Sedangkan anak Andri yang berusia 14 Tahun,menyaksikan penyiksaan Ronny terhadap Ibunya saat ini mengalami shock dan ketakutan hingga mengalami trauma jiwa.

Kejadian itu, pelaku tidak akan melepas kedua korban sebelum, Andri muncul untuk melunasi tagihan utangnya dengan ancaman akan terus melakukan penyiksaan terhadap kedua keluarganya.

Menurut informasi yang didapatkan, Ronny Andyka Alimuddin adalah pengusaha rental mobil di wilayah kota Batu, Malang dan kerap menerima gadai mobil.

Dari hasil laporan (LP) di Polda Jatim tersebutnya Pasal 328 tentang Penculikan dan UU Perlindungan Anak, Subdit Jatanras Polda Jatim sudah melakukan penangkapan dan penahanan terhadap dua tersangka Ronny Andyka Alimuddin dan Caesar.

"Iya mereka berdua sudah ditangkap, kini sudah ditangani Unit Jatanras Polda Jawa timur" kata petugas yang diketahui berpangka AKBP menjawab konfirmasi wartawan dan menunggu Polda Jatim melakukan gelar konferensi pers.

Praktisi hukum Dr. Oscarius Y.A Wijaya,M.H.,M.M.,CLI. (Konsultan Hukum Pada Optimus Law Firm Surabaya) bahwa tindak pidana penculikan diatur dalam Pasal 328 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman hukuman yang diberikan adalah pidana penjara paling lama dua belas tahun.

Menurutnya, jika  penculikan dilakukan terhadap anak, secara khusus Indonesia telah memiliki lex specialis yang mengatur perlindungan terhadap anak yaitu Undang-undang Nomor 23 Tahun 2001 Tentang Perlindungan Anak, dan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Oscar menambhkan, berdasarkan undang-undang ini, seseorang yang melakukan penculikan anak dapat dijerat dengan Pasal 83 Jo Pasal 76F Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang ancaman pidananya paling lama 15 Tahun. 

Oscar berpesan kepada semua pihak agar dalam bertindak harus mempertimbangkan segala akibat hukum yang timbul di kemudian hari. Hutang ialah kewajiban yang harus dibayar namun jika dalam proses penagihan tersebut ada tindak pidana maka akan sangat disayangkan.

Dalam kesempatan yang sama Oscar juga sangat mengapresiasi tindakan cepat dan tepat dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim pimpinan AKBP Lintar Mahardhono yang sangat responsif dalam menerima laporan, melakukan tindakan awal hingga proses penyidikan sampai akhirnya melakukan penahanan terhadap kedua tersangka.(red)