Viral Video Dugaan Pesta Ultah Gubernur

Politisi Golkar ini Yakin 1000 Persen Khofifah Tak Berniat Merayakan Ultah


Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simandjuntak/ist

Merah Putih | SURABAYA - Setelah menjadi polemik pasca dugaan perayaan pesta ulang tahun Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang diduga melanggar protokol kesehatan. DPRD Jatim langsung meminta penjelasan dari Sekda Prov Jatim terkait pelaksanaan pesta, (19/5/2021) tersebut.

Dari pertemuan itu,  pimpinan DPRD Jatim menyakini 1000 persen bahwa tidak ada niatan dari Gubernur Jatim untuk merayakan ulang tahunnya yang diselenggarakan di halaman rumah dinas, kompleks Gedung Negara Grahadi, Rabu (19/5/2021) malam.

Sebelumnya, sempat viral video pesta ulang tahun Gubernur Khofifah di rumah dinas komplek Gedung Negara Grahadi. Dari video pesta yang diambil Rabu, (19/5/2021) itu diduga ada pelanggaran protokol kesehatan serta adanya kerumunan massa.

Video ini pun menjadi viral di media sosial dan memantik kontra dari para netizen. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simandjuntak menegaskan bahwa pimpinan DPRD Jatim tidak mengetahui acara tersebut. Namun setelah meminta penjelasan dan menggali beberapa informasi penyelenggaran itu spontanitas.

“Setelah kita mencoba untuk mendapatkan beberapa informasi dari Pak Sekdapov, (Heru Tjahjono,red) kita dapatkan info menurut dia itu acara semuanya spontanitas dan bukan acara resmi,” katanya.

Sahat mengklaim bahwa acara tersebut bukan acara HUT atau perayaan Ultah Gubernur Khofifah. Namun, acara tersebut acara tersebut adalah penyerahan buku perkembangan Covid-19 dari dosen Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan memang Gubernur berulang tahun hari itu, namun bukan untuk acara pesta ulang tahun.

“Ibu dengan semangatnya menurunkan angka Covid di Jawa Timur dan beliau tidak akan melangkah pada urusan begitu tetapi kita harus kembalikan bahwa yang paling penting itu kita harus bisa membuktikan niatnya itu ada nggak,” ujarnya.

Terkait dengan dugaan pelanggaran protokol kesehatan, Sahat mengaku sudah mendapatkan penjelasan dari Sekda Prov. Selain itu, Sahat juga mengatakan bahwa laporan dugaan pelanggaran protokol kesehatan ini.

“Pak Sekda dalam waktu dekat juga akan memberikan klarifikasi dan keterangan kepada Polda. Sekdaprov mengatakan bahwa selaku penanggung jawab eksekutif beliau akan memenuhi panggilan polisi. Ya, kita tunggu perkembangannya seperti apa kita masih ber-positive thinking, saya masih yakin,” ungkapnya.

Dia menambahkan,  Gubernur Khofifah tidak punya niat untuk mengelar pesta dalam situasi yang sangat terbuka. Dirinya meyakini 1000 persen tidak ada niatan Gubernur untuk merayakan pesta itu.

“Tolong ini digarisbawahi  dan tolong tulis besar-besar, saya yakin, yakin seyakin yakinnya, dalam situasi pandemi Covid yang seperti ini, memperhatikan semangat Ibu untuk menurunkan angka Covid. Saya yakin 1000 persen bahwa tidak ada niat dari Ibu untuk merayakan hari ulang tahun beliau dalam bentuk keramaian seperti itu,” tegasnya.

Terkait dengan kedatangan artis Katon Bagaskara, berdasarkan penjelasan Sekdaprov diketahui sebetulnya  satu hari sebelumnya, Katon sedang berada di Jatim. Kemudian Sekda diminta spontanitas untuk datang.

“Jadi menurut saya tidak merupakan acara yang sengaja. Saya sepakat untuk dilakukan pembinaan pada Kepala OPD yang melibatkan beberapa orang yang hadir,” pungkas Sahat.(ton)