OJK Optimis Stabilitas Ekonomi di Jatim masih Terjaga


Kepala Regional 4 Jatim Bambang Mukti Riyadi dalam kegiatan cangkrukan Media, Kamis (06/5/2021)|MMP/dok Hms

Merah Putih | SURABAYA - Optimisme Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan pemulihan ekonomi secara nasional terus berjalan meski pandemi Covid-19 masih melandah.

Hal ini didasari pada pertumbuhan ekonomi Nasional dan Jawa Timur I 2021 -0,74% dan -0,44%, angka ini meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang mencapai -2,07% untuk Nasional dan -2,39% untuk Jawa Timur.

Kepala Regional 4 Jatim Bambang Mukti Riyadi dalam kegiatan cangkrukan Media, Kamis (6/5) lalu di Surabaya mengatakan stabilitas sektor Jasa Keuangan Jawa Timur Masih terjaga.

“Ini terlihat dari kecukupan modal terjaga diatas threshold, kecukupan likuiditas mencukupi untuk antisipasi kebutuhan masyarakat dan risiko kredit termitigasi dengan baik, ungkap Bambang Cangkrukan Media dengan tema Update Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Surabaya, Kamis (6/5/2021) pekan lalu.

Terlebih data kinerja sektor jasa keuangan Jatim menunjukan juga terjaga dengan baik, ditandai dengan adanya pertumbuhan perbankan, pertumbuhan pasar modal dan pertumbuhan industri non bank.

“Aset Perbankan mencapai 7,83% YoY. Meskipun kredit turun -1,68%, namun DPK mencapai 8,30% YoY, “jelasnya.

Adapun dalam kegiatan cangkrukan Media ini juga disampaikan terkait implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Jawa Timur.

Menurut Bambang Mukti Riyadi, sampai dengan April 2021, restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 mencapai Rp137,6 Triliun. “Dimana sektor perbankan mencapai Rp115,6 T dan sektor IKNB Rp21,9 T, “jelas Bambang.

Realisasi penyaluran kredit PEN di Jawa Timur sampai dengan 30 April 2021 mencapai Rp33,2 Triliun, dimana Rp25,9 Triliun dari total kredit tersebut telah disalurkan kepada 671.003 debitur UMKM. Sementara Non-UMKM sebesar Rp7,3 Triliun.

Bambang menjelaskan industri jasa keuangan terus menjadikan UMKM sebagai sektor prioritas. Ia pun menegaskan akan terus mendorong pengembangan sektor UMKM.

“78 persen realisasi penyaluran kredit bagi UMKM. Ini sebagai bukti kami industri jasa keuangan terus berupaya mendorong sektor UMKM sebagai sektor yang bangkit sebagai bagian dari penguatan ekonomi, “jelas Bambang.(ton)