Skandal Suap dan Gratifikasi Penyidik KPK

KPK Sita Lima Koper Milik Aziz Syamsuddin, Akankah jadi Tersangka?


Wakil Ketua DPR-RI, Aziz Syamsuddin|mmp/dok

Merah Putih | JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membawa lima buah koper usai menggeledah ruangan Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin, Rabu (28/4/2021).

Dua koper berwarna hitam dan biru pertama keluar dari ruangan Azis pada sekira pukul 20.05 WIB. Dua jam kemudian, tiga koper dibawa turun dari ruangan Azis yang berada di lantai empat Gedung Nusantara III. Dalam penggeledahan itu penyidik KPK  juga membawa satu kardus.

Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penggeledahan itu dilakukan terkait kasus dugaan suap penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021.

"Iya tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan di Gedung DPR RI," katanya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni Stepanus Robin Pattuju, seorang pengacara bernama Maskur Husein dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Stepanus Robin merupakan penyidik KPK dari Polri yang diduga meminta uang Rp 1,5 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Stepanus diduga melakukan pemerasan kepada Syahrial agar KPK menghentikan penyelidikan kasus yang menjerat wali kota Tanjung Balai tersebut.

Sementara, Ketua KPK Firli Bahuri menyebut, Stepanus Robin dikenalkan kepada Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial oleh Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.  Azis Syamsuddin disebut menjembatani pertemuan antara Stepanus dan Syahrial di rumah dinasnya, Jakarta Selatan pada Oktober 2020 lalu.

Kemudian, Stepanus bersama Maskur meminta komitmen Syahrial menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 miliar. Syahrial lantas menyetujui permintaan keduanya dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik teman dari saudara Stepanus.

Syahrial juga memberikan uang secara tunai sehingga total uang yang telah diterima Stepanus sebesar Rp 1,3 miliar. Pemberian uang itu, dimaksudkan agar kasus yang dialami M Syahrial terkait penyidikan suap yang diusut KPK di Pemerintah Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, dihentikan.(red)