Plato Foundation

Gencarkan Kampanye Management Menstruasi, PLATO Undang Media


Diskusi dengan media, komunitas dan organisasi remaja dan kepemudaan yang dipandu oleh Anis dari PLATO berlangsung sangat interaktif.

Merah Putih I SURABAYA - Mengampanyekan kepedulian kesehatan reproduksi pada remaja merupakan tugas semua pihak, bukan hanya orangtua tetapi juga pemerintah. Terutama yang terkait kebersihan pada saat menstruasi yang menjadi bagian dari kebersihan pribadi.

Hal ini menjadi penting, karena kebersihan diri akan berpengaruh pada kesehatan reproduksi jangka panjang. Tentunya ini akan menjadi masalah besar ketika banyak remaja perempuan yang mengabaikan kebersihan dirinya terkait pengelolaan menstruasi.

Minimnya informasi seputar kebersihan menstruasi juga bisa menjadi kendala di antara mereka. Belum lagi kondisi fisik mereka ketika menghadapi masalah mesntruasi, seperti premenstrual syndrome yang sangat mengganggu aktifitas mereka.

Sebuah riset menemukan sebanyak 12,7 persen remaja perempuan di kota serta 19,9 persen remaja perempuan yang tinggal di desa, tidak masuk sekolah selama satu hingga tiga hari selama menstruasi. Hal ini menegaskan bahwa mereka tidak baik-baik saja selama menstruasi. Belum lagi kondisi mood yang kadang berubah-ubah akibat perubahan hormone yang terjadi.

Data lain yang dilakukan oleh UNICEF beberapa waktu lalu juga menyatakan bahwa 99,1% remaja di kota, dan 97,1% remaja di desa memakai pembalut sekali pakai. Namun faktanya masih ada saja remaja perempuan yang tidak mengganti pembalutnya hingga 2x24 jam. Tentunya ini sanngat mengkhawatirkan.

Mengatasi ini, PLATO Foundation dengan dukungan UNICEF menggelar bincang bersama media dalam acara Ngopi Bareng Media yang dilaksanakan pada Selasa (31/05) di sebuah Café di kawasan, Surabaya Barat.

Dalam kesempatan tersebut didiskusikan sebuah upaya untuk mengampanyekan kebersihan pribadi pada remaja perempuan dengan memanfaatkan beragam cara. Di antaranya membuat konten konten edukasi di media sosial, mengadakan dialog interaktif, pelibatan kepala daerah, dinas-dinas terkait, kerjasama dengan  organisasi sosial misal Forum Anak Jalanan Care, dan banyak lagi.

Selain beberapa media yang hadir, PLATO juga menggandeng JSA (Jurnalis Sahabat Anak), KLI (Kindness Leader Indonesia) wilayah Jatim dan lainnya. Tentunya dengan menggandeng banyak pihak seperti ini, diharapkan management kebersihan menstruasi pada remaja perempuan bisa terus dipublikasikan. 

Seperti ditegaskan Aisha perwakilan UNICEF Surabaya. "Remaja merupakan usia peralihan, untuk itu semua hal terkait kebersihan dirinya tetap harus diperhatikan, karena menyangkut masa depannya. Dan sebagai orang tua serta masyarakat lainnya, kebersihan diri ini tidak bisa dinggap remeh," urainya.

Untuk kemudahan informasi, remaja perempuan bisa menggunakan aplikasi OKY  yang berbasis data, akurat dan terpercaya. Informasi yang disampaikan dalam bentuk narasi menarik dan ietraktif ini, juga mudah diakses, Selain itu juga dilengkapi dengan fitur kalender, kuis ensiklopedi dan buku harian.

"Aplikasi ini juga bisa diakses orangtua, keluarga, guru dan bahkan saudara laki-laki. Jadi siapa saja bisa mengaksesnya," tutup Aisha meyakinkan. *ay